Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Banjir Rendam Sebagian Bandar Lampung, Satu Rumah Hanyut

Ahad 10 Mar 2019 14:50 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ilustrasi banjir.

Ilustrasi banjir.

Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Hujan yang mengguyur Bandar Lampung merendam rumah setinggi lutut orang dewasa

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Hujan yang mengguyur kota pada Sabtu (10/3) petang hingga malam hari, merendam sebagian wilayah Kota Bandar Lampung. Terdata satu rumah warga hanyut terbawa arus banjir, dan sejumlah perabotan rumah tangga warga rusak terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.

Baca Juga

Pemantauan Republika  di lokasi banjir pada Ahad (10/3) pagi, sebuah rumah di Jalan Kamboja, Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, hanyut terbawa arus banjir. Pemukiman di Srengsem memang kerap menjadi langganan banjir karena berdekatan dengan perairan Teluk Lampung.

Namun, curah hujan tinggi yang turun pada Sabtu petang hingga malam hari menyebabkan banjir melebih lutut orang dewasa. “Banjir semalam memang terparah sepanjang kami tinggal di sini sejak tahun 1980,” tutur Sakdiah, pemilk rumah tersebut.

Ia telah mencurigai sejak hujan turun petang hari, air sudah naik ke rumahnya hampir setinggi betis. Warga banyak yang mengira air tidak akan naik lagi. Namun, hujan deras masih terjadi sampai malam hari. Warga tidak sempat mengevakuasi perabotan rumah tangga, karena air terus meninggi sampai lutut orang dewasa.

Menurut Sudirman, warga Srengsem lainnya, air naik begitu cepat sehingga warga hanya bisa menyelamatkan anggota keluarganya. “Malam itu, warga hanya membawa anggota keluarga ke tempat yang tinggi dan aman. Kalau perabotan rumah tangga tetap dibiarkan, karena arusnya kencang,” tutur Sudirman.

Ia mengatakan banjir yang terjadi di kawasan Srengsem, Panjang, karena banyak saluran air yang macet sehingga air tumpah ke pemukiman penduduk. Air tidak dapat mengalir ke laut, karena banyak saluran air yang tersumbat sampah seperti plastik dan kayu-kayu besar. Air hujan yang datang kiriman dari tempat yang tinggi meluap melewati talud yang telah ada. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA