Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

TGB: Strategi Pembangunan Bangsa Jangan Lepas dari Keagamaan

Senin 11 Mar 2019 21:09 WIB

Red: Ratna Puspita

Pendiri Wasathiyah Center Muhammad Zainul Majdi atau dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB).

Pendiri Wasathiyah Center Muhammad Zainul Majdi atau dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB).

Foto: Republika TV/Surya Dinata
Ada masalah kemanusiaan, keadilan sosial, dan kemerdekaan dalam pembangunan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pendiri Wasathiyah Center Muhammad Zainul Majdi atau dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) menyatakan, strategi pembangunan suatu bangsa jangan pernah terlepas dari spritualitas keagamaan. Sebab, terdapat masalah kemanusiaan dan keadilan sosial serta kemerdekaan.

"Strategi pembangunan ini ada nilai-nilai spiritualitas keagamaan yang tidak boleh lepas," kata TGB di hadapan mahasiswa dalam acara Dialog Keumatan dan Kebangsaan dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia di IPC Corporate University Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3(.

Ia menuturkan, spiritualitas keagamaan itu memiliki banyak nilai-nilai yang berkaitan dengan kemanusiaan, membangun dan menata sosial keadilan, dan kemerdekaan. Termasuk spiritualitas tentang keberagaman bangsa yang harus menjadi satu kesatuan dan berkolaborasi untuk membangun bangsa.

"Bukan lagi persaingan tapi kolaborasi, membangun jejaring, bagaimana kita bisa membangun kolaborasi dengan baik," kata TGB yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Keumatan DPP Golkar.

Ia mengungkapkan, di Indonesia tentunya sudah menjalankan kebebasan dalam beragama, bahkan telah menghadirkan kemaslahatan untuk kemanusiaan. Ia mencontohkan, Indonesia yang diciptakan dengan niat baik dan penuh dengan keragaman telah berhasil memberikan kebaikan untuk semua orang sehingga harus tetap dijaga oleh semua pihak.

"Jangan menganggap ini (bangsa Indonesia) memang sudah begini, tapi ini hasil dari perjuangan orang terdahulu membangun kebersamaan supaya kita bisa berislah, yuk kita jaga sama-sama," kata mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat itu.

Seorang peserta dialog dari mahasiswa Univeritas Pakuon Bogor, Fahmi menambahkan, kegiatan dialog bersama TGB telah membuka luas pemikiran mahasiswa terhadap keislaman dan keindonesiaan. Menurut dia, pernyataan yang dipaparkan oleh TGB memiliki pemikiran yang mengedukasi, terutama tentang membangun Indonenesia yang damai dan menjaga keberagaman bangsa.

"Saat ini saya rasa masih banyak yang belum paham tentang berbicara keindonesiaan, dengan adanya ini (dialog) Indonesia bisa lebih damai, karena ini negara kesepakatan dengan dasar Pancasila, dan kebhinekaan," kata Fahmi yang aktif di organisasi PMII Pakuan Bogor itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA