Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Khofifah Ingin Tingkatkan Kerja Sama dengan China

Rabu 13 Mar 2019 06:46 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Indira Rezkisari

Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Indar Parawansa

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Kerja sama dengan China diharap bisa mengentaskan kemiskinan di Jatim.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur khofifah indar parawansa mengungkapkan keinginannya meningkatkan kerja sama dengan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China. Kerja sama yang menurutnya bisa dijalin diantaranya bidang pertanian, pendidikan, dan Infomasi Teknologi (IT).

Baca Juga

Khofifah merasa, kerja sama dengan China perlu diperkuat mengingat negara tersebut sangat mumpuni di bidang teknologi pertanian, pendidikan vokasi, pengentasan kemiskinan, koperasi, serta dunia IT.

Kerja sama dirasanya bisa menjadi solusi, mengingat saat ini kemiskinan tertinggi di Jawa Timur berada di pedesaan. "Sehingga perlu untuk segera dilakukan tindakan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Salah satunya di bidang pertanian dengan cara mengelolah tanah pertanian yang tidak seberapa luas untuk ditanami bunga mawar dan bunga anggrek misalnya," kata Khofifah di Surabaya, Selasa (12/3).

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu melanjutkan, kerja sama di bidang pendidikan dengan China juga perlu ditingkatkan. Apalagi saat ini kondisi SMK dibanding SMU di Jatim jumlahnya 70 berbanding 30 persen. Kendalanya, yaitu belum tersedianya balai latihan kerja, yang berakibat lahirnya banyak pengangguran terbuka berasal dari lulusan SMK.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini,  Khofifah berharap ada kerja sama bidang pendidikan vokasi dalam bentuk SMK pengampu. Dengan sistem pengampu, diharapkan ada transformasi ilmu pengetahuan, ada tutor yang mengajari keahlian sesuai dengan minat siswa.

Kerja sama di bidang IT, Khofifah berharap agar Startup Ali Baba Group yang didirikan oleh Jack Ma dapat berinvestasi di Jawa Timur. Jika itu terlaksana, diyakininya akan disambut baik oleh kaum milenial di Jatim yang jumlahnya mencapai 41 persen dari penduduk Jatim.

Khofifah juga menilai, koperasi di China maju dengan pesat. Khofifah berharap pemerintah China bisa bekerja sama dengan Pemprov Jatim di bidang koperasi, terutama untuk memajukan koperasi wanita. Jumlah koperasi wanita di Jatim cukup besar, yakni mencapai 80 ribu Kopwan.

"Apabila ada kerja sama, diharapkan kopwan yang ada akan mengalami peningkatan produksi dan kualitas," katanya.

Duta Besar China Xiao Qian menyampaikan, Jawa Timur mempunyai potensi cukup besar terutama dalam jumlah penduduk serta letak geografis yang sangat strategis. Sehingga memainkan peranan penting di Indonesia. Potensi-potensi yang ada pun, dirasanya masih banyak yang bisa dikembangkan.

Menurutnya, sistem Sister Province yang pernah dilakukan bisa dipertahankan, dilanjutkan, dan bahkan ditingkatkan. Untuk pengentasan kemiskinan, kata dia, yang perlu dilakukan agar pemerintah  menetapkan standar layak hidup. Tidak perlu terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Standar tersebut harus memenuhi kebutuhan dasar hidup yaitu sandang, papan, dan pangan.

"Pengentasan kemiskinan juga harus tepat sasaran. Yang terpenting harus mendorong untuk swasembada atau hidup mandiri dan berkelanjutan. Dan yang tidak boleh dilupakan harus ada sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah," kata dia.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA