Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Anies Minta Masukan Warga untuk Susun Rencana Kerja 2020

Rabu 13 Mar 2019 13:36 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Nidia Zuraya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Warga yang hadir untuk memberi masukan tak hanya dari wilayah DKI Jakarta saja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2020. Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, pihaknya mengundang warga dari berbagai latar belakang untuk memberikan masukan atas rencana kerja tersebut.

"Diundang di sini dari perhitungan tinggi, dari organisasi internasional kemudian organisasi kemasyarakatan, asosiasi profesi kemudian juga dari dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat dan para pakar pakar spesifik di bidangnya," ujar Anies di Balai Kota, Rabu (13/3).

Ia menjelaskan, warga yang hadir di Balai Kota itu tak hanya dari Jakarta saja sebagian dari luar Jakarta. Selain itu, termasuk juga dari unsur masyarakat seperti RW dari kader pendamping rembuk dan aktivis di Jakarta.

Anies mengatakan, tujuannya rancangan rencana kerja ialah mendapatkan masukkan hal-hal yang belum disentuh Pemprov di tahun-tahun sebelumnya. Kemudian hal-hal apa saja yang perlu dikoreksi maupun ditambahkan.

"Dan mereka dibagi di dalam kelompok- kelompok diskusi jadi tadi hanya pembukaan, sesudah itu dibagi di dalam ruang ruang diskusi, nah mereka nanti akan membahas per topik di sana," kata dia.

Anies juga menjelaskan, melibatkan warga Jakarta dalam membuat rancangan RKPD agar program kerja Pemprov DKI 2020 mendapat masukan dari masyarakat. Sehingga, program kerja Pemprov DKI dapat tepat sasaran dan sesuai yang kebutuhan masyarakat.

Anies pun mengatakan, pada 2020 nanti, tema program kerja Pemprov DKI ialah pertumbuhan yang berkualitas. Artinya, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi tahun depan dapat merata di seluruh Jakarta dan sektor sehingga tak terjadi ketimpangan.

"Pertumbuhannya angkanya misalnya sama-sama 6,3 persen tetapi 6,3 persen itu hanya dirasakan oleh sekelompok sektor maka itu kurang berkualitas tapi bila dirasakan oleh semuanya maka berkualitas," kata Anies.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA