Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

TGB: Pilpres Jangan Sampai Pecah Belah Bangsa

Rabu 13 Mar 2019 19:45 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Politikus Partai Golkar, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi

Politikus Partai Golkar, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi

Foto: Republika TV/Surya Dinata
Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan keragamannya.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pendiri Wasathiyah Center Muhammad Zainul Majdi atau dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) mengingatkan, pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 jangan sampai menimbulkan efek negatif. Di antaranya  seperti menjauhkan sesama anak bangsa Indonesia karena adanya beda memilih calon pemimpin.

Baca Juga

"Tidak boleh menjauhkan kita sebagai sesama anak bangsa, itu benang merahnya," kata TGB usai acara Dialog Keumatan dan Kebangsaan dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia di IPC Corporate University Bogor, Jawa Barat.

Negara Indonesia, kata dia, merupakan bangsa yang besar dengan keragamannya yang harus dijaga. Karena itu jangan sampai terjadi perpecahan yang dapat merugikan seluruh bangsa Indonesia. "Ini (negara Indonesia) menjadi wadah menyatukan kita selama ini, semangat keberagamaan, kebangsaan," kata TGB yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Keumatan DPP Golkar.

Ia mengungkapkan, banyak negara-negara lain yang sudah 'rusak' akibat konflik. Seluruh daya pembangunan  pun ikut hancur.

TGB juga mengajak mahasiswa untuk berkolaborasi, bersama membangun bangsa Indonesia dalam bingkai kebhinekaan. "Kita boleh berbeda pandangan, tapi kita harus membangun kolaborasi jangan sampai perbedaan pandangan itu menjauhkan," katanya.

Selain itu, TGB juga mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk selalu hati-hati dan tidak mudah terperdaya dari segala paham yang dapat mengancam keutuhan bangsa.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak saling tuduh tentang hal yang negatif. Jika ada pelanggaran hukum sebaiknya dilaporkan kepada pihak berwajib. "Masyarakat sipil perlu mengawasi, kalau ada bukti silakan laporkan ke Bawaslu, atau penegak hukum, kita hentikan tuding menuding," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA