Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Ratusan Sopir Angkot Deklarasi Dukung Jokowi

Kamis 14 Mar 2019 15:54 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andri Saubani

Ratusan sopir angkot di Kota Tasikmalaya mendeklararikan dukungannya kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf di bekas terminal Cilembang, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasik, Kamis (14/3).

Ratusan sopir angkot di Kota Tasikmalaya mendeklararikan dukungannya kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf di bekas terminal Cilembang, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasik, Kamis (14/3).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Deklarasi dilaksanan di bekas Terminal Cilembang, Tasikmalaya.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Ratusan sopir angkutan kota (angkot) Tasikmalaya berkumpul di bekas terminal Cilembang, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Kamis (14/3), untuk menyatakan dukungannya kepada pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin. Koordinator supir angkot Tasik, Oleh Suhada (70 tahun) mengatakan, dukungan para sopir angkot merupakan representasi dukungan dari rakyat kecil.

Menurut dia, selama kepemimpinan Jokowi, rakyat kecil banyak diperhatikan. Pasalnya, Jokowi banyak memberikan bantuan, seperti program keluarga harapan (PKH), subsidi sekolah, kesehatan, juga yang lainnya.

"Jadi masyarakat kecil terbantu," kata dia di lokasi deklarasi, Kamis (14/3).

Selain itu, ia menambahkan, baru di era Presiden Jokowi seluruh masyarakat Indonesia merasakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang merata di seluruh daerah. Karena itu, ia yakin Jokowi dapat melanjutkan kepemimpinannya.

Meski begitu, ia berharap Jokowi dapat membenahi beberapa masalah yang masih menyusahkan rakyat kecil, khususnya para sopir angkot. Ia mencontohkan, keberadaan ojek daring yang baru muncul beberapa tahun belakangan, menjadi salah satu faktor pendapatan sopir angkot berkurang.

"Jokowi harus bisa membuat aturan untuk ojek daring," kata dia.

Selain itu, Oleh juga berharap stok BBM jenis premium tidak mudah habis, seperti yang terjadi belakangan. Pasalnya, jika stok premium kosong, para sopir harus membeli bensin yang lebih mahal, sementara ongkos tetap sama.

Oleh mengatakan, deklarasi yang dilakukan para sopir angkot merupakan ketegasan sikap politik jelang Pemilu 2019. Pasalnya, para sopir angkot itu tak ingin ada calon lain yang mengklaim dukungan mereka.

"Saya harap seluruh pengemudi angkot mengajak semua pihak untuk melanjutkan kepemimpinan Jokowi agar pembangunan yang sudah dilakukan selama ini terus berjalan," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA