Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

SBY Merasa Agum Melakukan Pembunuhan Karakter

Jumat 15 Mar 2019 12:52 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Teguh Firmansyah

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Foto: Ist
SBY mengaku malu jika harus bertengkar di depan publik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara terkait pernyataan mantan Danjen Kopassus Agum Gumelar perihal dukungan Partai Demokrat kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. SBY menyebut pernyataan Agum merupakan sebuah upaya pembunuhan karakter terhadap dirinya.

"Teman-teman, tentu saja saya sangat bisa menjawab dan melawan  'pembunuhan karakter' dari Pak Agum Gumelar terhadap saya tersebut. Tetapi tidak perlu saya lakukan, karena saya pikir tidak tepat dan tidak bijaksana," kata SBY dalam suratnya untuk kader Demokrat yang beredar di kalangan wartawan.

SBY mengaku malu jika harus bertengkar di depan publik. Apalagi, lanjutnya, situasi politik dan nasional saat ini dinilai makin panas. "Bagai jerami kering di tengah musim kemarau yang ekstrem dan panjang. Yang diperlukan bukanlah api, tetapi sesuatu yang meneduhkan dan  menyejukkan," ujarnya.

Baca juga, Soal Video Agum Kritiks SBY, BPN: Lagu Lama Diputar Lagi.

Presiden ke-6 itu menilai polarisasi dalam kontestasi pilpres kali ini dianggap lebih keras dan ekstrem. Ditambah lagi, adanya jarak yang makin menganga antar identitas dan kelompok politik.

"Terus terang saya khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan di negeri ini, kalau kita semua, utamanya para pemimpin dan elit tidak pandai dan tidak arif dalam mengelolanya," ungkapnya.

SBY juga mengungkapkan, meskipun saat ini Agum menjabat sebagai anggota dewan pertimbangan presiden (wantimpres), dan memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun SBY meyakini bahwa pernyataan Agum tersebut bukan atas dari permintaan Presiden Jokowi. Pasalnya SBY mengakui bahwa hubungan dirinya dengan Jokowi sangat baik.

"Secara sosial dan politik, sikap kami ini tentunya baik agar situasi nasional tetap teduh. Secara moralpun memang harus demikian" ucapnya.

SBY juga mengimbau kepada kadernya untuk tidak mengirimkan pemberitaan atau kabar yang mengganggu kesehatan istrinya, Ani Yudhoyono yang sampai saat ini masih dirawat di Singapura. SBY juga meminta seluruh kader Partai Demokrat diminta untuk menjaga perasaan Ani Yudhoyono.

"Tolong ikut menjaga hati dan perasaan Ibu Ani dengan cara membatasi penyampaian berita atau isu yang bisa menambah beban pikirannya," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA