Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Abu Vulkanis Gunung Bromo Meningkat

Jumat 15 Mar 2019 17:04 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Nur Aini

Kondisi terakhir Gunung Bromo, Jumat (15/3).

Kondisi terakhir Gunung Bromo, Jumat (15/3).

Foto: dok. BB TNBTS
Kondisi Gunung Bromo masih aman dan kondusif.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Balai Besar Taman Nasional Bromo, Tengger, dan Semeru (BB TNBTS) menyatakan, abu vulkanis Gunung Bromo mengalami sedikit peningkatan dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, kondisi ini masih terbilang aman dan kondusif.

Baca Juga

"Statusnya dari PVMBG masih belum ada perubahan, masih level II waspada. Dan abu vulkanik seperti biasa masih ada, meski ada sedikit peningkatan dan di lapangan informasi dari teman-teman masih aman, masih kondusif. Dan terus dipantau personel lapangan dan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi)," ujar Kasubag Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan, BB TNBTS, Sarif Hidayat saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (15/3).

Sarif menjelaskan, cuaca terakhir Gunung Bromo masih cerah lalu berawan, mendung, dan sempat hujan. Anginnya bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, timur laut, timur, dan tenggara.

Dari sisi suhu udara, Sarif mengatakan, kisarannya dari 10 sampai 21 derajat celcius. "Dengan kelembaban udara 0-0 persen dan tekanan udara 0-0 mmHg. Volume curah hujan 13.4 mm per hari," kata Sarif.

photo

Kondisi terakhir Gunung Bromo, Jumat (15/3).

Secara visual, Gunung Bromo masih terlihat jelas hingga berkabut dengan kisaran 0-III. Sementara asap kawahnya bertekanan lemah hingga sedang. Asap juga dilaporkan masih berwarna putih, kelabu, dan coklat dengan intensitas tipis, sedang sampai tebal. Sementara ketinggian asap dari 50 sampai 700 meter di atas puncak kawah.

Hingga kini, Sarif juga menjelaskan, Gunung Bromo masih mengeluarkan bau belerang. Kisaran bau ini berintensitas ringan hingga sedang di sekitar lokasi. "Dan hujan abu di sekitar PPGA Bromo," ujarnya.

Selain itu, kegempaan Gunung Bromo juga terekam dengan amplitudo hampir 1 mm. Meski dalam kondisi ini, Sarif menegaskan, tingkat aktivitas gunung masih di level dua atau waspada. "Dan masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengujung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius satu kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA