Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Fraksi PKS Kutuk Serangan Teroris di Masjid Selandia Baru

Jumat 15 Mar 2019 18:28 WIB

Red: Joko Sadewo

 Keluarga korban berdiri di luar masjid  setelah penembakan yang mengakibatkan banyak kematian dan cedera di Masjid Al Noor di Deans Avenue di Christchurch, Selandia Baru, (15/3 2019).

Keluarga korban berdiri di luar masjid setelah penembakan yang mengakibatkan banyak kematian dan cedera di Masjid Al Noor di Deans Avenue di Christchurch, Selandia Baru, (15/3 2019).

Foto: EPA-EFE/Martin Hunter
Serangan di Masjid Christchurch Selandia Baru adalah tindakan terorosme biadab.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fraksi PKS DPR mengutuk keras penembakan brutal kepada puluhan jamaah Masjid di Christchurch Selandia Baru. Penemabakan ini disebut PKS sebagai tindakan terorisme biadab.

"Kita semua prihatin dan mengutuk keras aksi terorisme ini. Terlebih dilakukan kepada jamaah masjid yang sedang melaksanakan ibadah. Pada saat yang sama kami mengucapkan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban dan kepeda rakyat Selandia Baru," kata Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini, dalam siaran persnya, Jumat (15/3).

Fraksi PKS, kata Jazuli, mendukung langkah Kemenlu RI melalui Kedutaan RI di Wellington, yang telah menerbitkan himbauan agar seluruh WNI di Selandia Baru berhati-hati dan tetap waspada, serta aktif memantau media sosial dan/atau membantu memberikan informasi kondisi (keamanan) aktual.

"Prioritas Kemenlu dan KBRI adalah melindungi seluruh WNI di sana. Informasi ter-update dari Dubes RI ada korban WNI. Semoga dan kita berdoa warga negara kita tertolong dan selamat" kata Jazuli.

Anggota DPR Dapil Banten ini mengatakan peristiwa pilu ini kembali membuktikan bahwa terorisme tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Terorisme merupakan ancaman terhadap seluruh umat manusia, ancaman terhadap kemanusiaan.

"Teroris biadab tidak beragama, ia menyasar seluruh umat manusia dalam aksinya. Pelakunya adalah ekstrimisme yang merusak keharmonisan umat manusia. Untuk itu kita kutuk bersama," kata Jazuli.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA