Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Warga Sumbar Jadi Korban Serangan di Masjid Selandia Baru

Jumat 15 Mar 2019 19:36 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Teguh Firmansyah

Evakuasi korban penembakan di Masjid Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Evakuasi korban penembakan di Masjid Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Foto: Youtube
Gubernur Sumbar mendoakan agar Zulfirman dan Omar diberi kesembuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ikut mengutuk serangan teror terhadap jamaah shalat Jumat di Masjid Annur di dekat Hagley Park Kota Christchurch, Selandia Baru.

Menurut Irwan aksi brutal tersebut sangat tidak manusiawi. Pelaku melakukan penembakan sambil menayangkan secara langsung lewat sosial media sosia. Serangan mengakibatkan  49 orang tewas.

Dua orang korban luka yang sedang kritis adalah warga asal Sumbar. Dua orang itu ialah Zulfirman Syah dan anaknya bernama Omar yang baru berumur dua tahun.

Zulfirman diketahui baru pindah bersama istri dan anaknya ke Selandia Baru sejak dua bulan yang lalu. Saat ini kabarnya kondisi Zufirman dan Omar masih dalam keadaan kritis di rumah sakit.

"Atas nama pribadi, masyarakat dan pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya Irwan Prayitno Gubernur Sumatera Barat, mengutuk keras aksi penembakan membabi buta di  mesjid Annur di dekat Hagley Park," kata Irwan melalui keterangan tertulis yang diterika Republika.co.id, Jumat (15/3).

Baca Juga

Irwan mengajak segenap masyarakat untuk mendoakan Zulfirman dan Omar semoga segera disembuhkan oleh Allah SWT. Gubernur berharap keluarga besar Zufirman diberikan  kesabaran dan  berserah diri kepada Allah SWT.

Zurifman merupakan warga Sumbar yang lahir dan besar di Kabupaten Pesisir Selatan. "Saya juga mengajak kita semua untuk mendoakan semoga korban yang tewas dalam insiden tersebut husnul khotimah dan dibalasi Allah dengan pahala syahid," ujar Irwan.

Irwan berharap pihak kepolisian setempat segera menemukan pelaku penembakan tersebut. Supaya pelaku dapat diadili dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA