Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Kemendikbud Sarankan E-Sport Hanya Masuk Ekstrakurikuler

Senin 11 Mar 2019 17:25 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Muhammad Hafil

Peserta mengikuti babak kualifikasi regional Piala Presiden Esport 2019 di kawasan Kuta, Bali, Ahad (10/2).

Peserta mengikuti babak kualifikasi regional Piala Presiden Esport 2019 di kawasan Kuta, Bali, Ahad (10/2).

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Perlu kajian mendalam dari sisi e-sport sebagai sebuah sains.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) turut menyoroti wacana Kemenpora untuk memasukan e-sport ke mata pelajaran. Kemendikbud memandang e-sport hanya layak masuk ke ekstrakurikuler siswa atau materi pembahasan dalam pelajaran informatika.

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Awaluddin Tjalla merasa kemajuan zaman, khususnya meluasnya pemain e-sport tak harus disikapi berlebihan. Menurut dia, e-sport tak perlu sampai dimasukkan dalam mata pelajaran.

"Dalam konsep diversifikasi kurikulum muatan khusus, e-sport dapat diintegrasikan dengan kurikulum melalui bagian dari mata pelajaran informatika atau menjadi kegiatan ekstrakurikuler," katanya kepada Republika.co.id, Senin (11/3).

Ia menilai perlu ada kajian mendalam bila ingin memasukan e-sport sebagai mata pelajaran tersendiri. Kajian itu untuk melihat kelayakan e-sport untuk disebut ilmu pengetahuan hingga pantas diajarkan di kelas.

"Perlu kajian mendalam dari sisi e-sport sebagai sebuah sains," ujarnya.

Walau demikian, ia khawatir dampak negatif e-sport yang bisa melanda siswa. Salah satunya dampak kecanduan gim yang berpeluang mengganggu mental siswa. Oleh karena itu, ia berharap penerapan e-sport dalam kurikulum wajib mempertimbangkan dampak tersebut.

"Sisi negatif kecanduan gim perlu dikaji secara komprehensif dan apabila dijadikan kegiatan yang masuk dalam sistem kurikulum maka pembinaan pengembangan diri dari sisi mental dan pengelolaan diri harus dilakukan sangat ketat agar tidak mengganggu tugas akademik," ungkapnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA