Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

KH Maruf: Pengangguran Terendah dalam 20 Tahun Terakhir

Ahad 17 Mar 2019 22:09 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Hasanul Rizqa

Cawapres No 01 KH Ma'ruf Amin saat mengikuti debat Cawapres Pilpres 2019 di Jakarta, Ahad (17/3).

Cawapres No 01 KH Ma'ruf Amin saat mengikuti debat Cawapres Pilpres 2019 di Jakarta, Ahad (17/3).

Foto: Republika/Prayogi
KH Maruf Amin menyebut tingkat pengangguran RI sekarang terendah dalam 20 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menyebut tingkat pengangguran di Indonesia saat ini berkisar 5,30 persen hingga 5,13 persen. Menurut dia, tingkat pengangguran itu adalah yang terendah selama 20 tahun terakhir di Tanah Air.

Baca Juga

Hal itu disampaikannya saat menjawab pertanyaan dari para panelis dalam acara debat cawapres malam hari ini. "Mari kita bersyukur bahwa tingkat pengangguran kita sekarang ini sudah berada sangat rendah antara 5,30-5,13, (itu) terendah selama 20 tahun," ujar Kiai Ma'ruf di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/3).

Jika pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin terpilih, lanjut dia, maka tenaga kerja Indonesia akan terus didorong untuk menguasai teknologi, khususnya digital. Sebab, teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia.

Dia menyebutkan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini mampu membangun infrastruktur, baik du darat, laut, maupun udara, dan bahkan infrastruktur langit yakni melalui palapa ring.

"Infrastruktur digital sehingga sekarang tumbuh usaha-usaha seperti usaha start up, bahkan juga unicorn dan bahkan kemungkinan ada juga decacorn," ujar Ma'ruf.

Selain itu, ke depannya juga pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin akan merevitalisasi pendidikan kejuruan, seperti SMK, politeknik, dan akademi-akademi. Hal itu jika keduanya terpilih dalam Pilpres 2019 mendatang.

Menurut dia, lulusan-lulusan pendidikan juga akan dikerjasamakan dengan kelompok dunia usaha maupun dunia industri. "Supaya ada relevansi dan link and match diantara keduanya, kemudian kami akan terus mengembangkan latihan latihan, kursus kursus melalui BLK balai latihan kerja, melalui BUMN dan juga kursus kursus yang bisa diaplikasi dengan digital," ujarnya.

Dengan begitu, kata Ma'ruf, tenaga kerja diharapkan dapat bersaing dengan dunia usaha dan industri. "Dengan demikian maka tenaga kita harus kita siapkan ke depan supaya lebih siap menghadapi tantangan ke depan. Sekali lagi ini dalam rangka mempersiapkan anak anak kita dalam menghadapai ten-year challenge," ujar Ma'ruf.

Acara kali ini merupakan debat ketiga menjelang Pilpres 2019 yang mengusung tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan. Debat ini hanya mempertemukan cawapres dari kedua kubu, yakni KH Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. Lokasi acara berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta Selatan.

Pertanyaan disusun oleh sembilan orang panelis. Diantaranya, Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu, Pegiat Budaya yang merupakan mantan Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak Chairil Effendy MS, Rektor Universitas Syiah Kuala Aceh Samsul Rizal, Rektor UIN Sunan Kalijaga KH. Yudian Wahyudi.

Selain itu, ada juga, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Subhilhar, Budayawan Radhar Panca Dahana, Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia David S Perdanakusuma dan Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA