Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Korban Longsor Air Terjun Lombok Sudah Dievakuasi Senin Pagi

Senin 18 Mar 2019 09:25 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Christiyaningsih

Seorang wisatawan korban selamat tanah longsor akibat gempa bumi mendapatkan perawatan medis oleh petugas di Puskesmas Bayan, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Ahad (17/3/2019).

Seorang wisatawan korban selamat tanah longsor akibat gempa bumi mendapatkan perawatan medis oleh petugas di Puskesmas Bayan, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Ahad (17/3/2019).

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Korban dievakuasi dari longsoran air terjun Tiu Kelep di Lombok Utara

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Tim gabungan yang terdiri atas Basarnas Mataram hingga TNI berhasil mengevakuasi satu korban yang tertimpa longsor di air terjun Tiu Kelep, Senaru, Lombok Utara. Evakuasi berlangsung pada Senin (17/3) pagi.

"Korban berhasil dievakuasi pukul 08.30 WITA dan dibawa menuju rumah sakit umum daerah (RSUD) NTB," ujar Humas Basarnas Mataram I Gusti Lanang Wiswananda di Mataram, NTB, Senin (18/3) pagi.

Lanang mengatakan proses evakuasi pagi ini merupakan lanjutan dari proses evakuasi yang dilakukan pada Ahad (17/3) di air terjun Tiu Kelep. Kemarin air terjun Tiu Kelep mengalami longsor akibat gempa.

Sebelumnya, tim gabungan berhasil mengevakuasi dua korban meninggal dunia yakni Tommy (14) dari Senaru, Lombok Utara, dan Tai Sieu Kim (56) dari Malaysia. Lanang menyampaikan korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi pada pagi ini adalah warga Malaysia. Korban juga merupakan wisatawan saat gempa terjadi. Kendati begitu, Lanang belum bisa mengungkapkan identitas korban meninggal yang baru dievakuasi. "Untuk identitas masih didata oleh imigrasi," kata Lanang.

Sebelumnya, kata Lanang, proses evakuasi dihentikan sementara pada Ahad (17/3) malam mengingat kondisi cuaca di lokasi sedang hujan. Keputusan ini diambil untuk menghindari kemungkinan longsor susulan.

Lanang menambahkan selain tiga korban meninggal dunia, Basarnas Mataram mendata 21 korban luka yang terdiri atas 14 warga Malaysia dan tujuh warga Lombok.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA