Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

KPU tak Permasalahkan Sandiaga Bawa Gadget Saat Debat

Senin 18 Mar 2019 14:45 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Esthi Maharani

Cawapres No 02 Sandiaga Uno saat mengikuti debat cawapres pilpres 2019 di Jakarta, Ahad (17/3).

Cawapres No 02 Sandiaga Uno saat mengikuti debat cawapres pilpres 2019 di Jakarta, Ahad (17/3).

Foto: Republika/Prayogi
Kalau gadget itu dianggap sebagai bagian dari alat tulis, tidak masalah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari mengatakan tidak mempersoalkan gadget yang kabarnya dibawa cawapres Sandiaga Uno saat debat, terlebih jika gadget tersebut digunakan sebagai alat tulis.

"Kalau itu dianggap sebagai bagian dari alat tulis, tidak masalah," ujar Hasyim kepada wartawan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3).

Namun, Hasyim mengaku tidak memperhatikan gadget yang diduga dibawa oleh Sandiaga. "Saya tidak memperhatikan. Tidak bisa dipastikan apakah ada alat komunikasi atau tidak di meja itu," lanjut dia.

Sementara itu, terkait Sandiaga yang juga membawa botol berisi air saat debat pada Ahad (17/3), Hasyim menegaskan hal tersebut tidak dilarang. Sebab, seorang cawapres juga perlu istirahat dan minum.

"Kalau itu tidak masalah, orang kan perlu istirahat dan minum. Kalau itu jadi bagian yang calon supaya jadi rileks, tidak masalah," tegasnya.

Sebelumnya, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno diduga membawa gadget saat melakukan debat pada Ahad (17/3) malam. Gadget yang diduga berupa tablet tersebut tampak digunakannya di salah satu segmen debat cawapres.

Pada Ahad malam, Sandiaga duduk di sisi kanan panggung. Selain tempat duduk, ada meja kecil transparan di dekat tempat duduknya. Perlengkapan yang sama juga didapatkan oleh cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin.

Pantauan Republika, pada Ahad malam, Sandiaga sempat menaruh botol berisi air mineral di atas mejanya. Dia pun tampak menaruh sejumlah alat tulis yang kemudian digunakannya untuk mencatat selama debat.

Namun, yang menarik perhatian adalah sesuatu yang sempat terlihat dipencet oleh tangan Sandiaga. Dari layar televisi, tampak tangan Sandiaga menekan-nekan meja. Tidak dapat diketahui secara pasti benda apa yang sedang ditekan oleh Sandiaga itu. Sebab, permukaan benda tersebut tidak tampak jelas jika dilihat dari layar kaca.

Namun, Sandiaga juga terlihat melakukan gerakan scrolling atau menggerakkan tangan secara vertikal untuk melihat display pada layar gadget. Kegiatan menekan permukaan meja dan scrolling tersebut terpantau sebanyak dua kali.

Pertama, terjadi di segmen kedua (sekitar menit ke-18). Ketika itu, cawapres Ma'ruf Amin sedang menjelaskan materi tentang Badan Riset Nasional. Kedua, kejadian ini terjadi sekitar menit ke-27. Saat melakukan hal tersebut, Sandiaga tampak menunduk dan mengamati meja. Sementara itu, tangannya menekan-nekan meja dan membuat gerakan scrolling.

Sementara itu, hampir selama debat cawapres berlangsung sekitar 120 menit, Sandiaga terlihat selalu antusias menyimak penjelasan Ma'ruf Amin yang merupakan lawan debatnya. Kegiatan lain yang dilakukannya adalah membuat catatan menggunakan tulisan tangan dan dua kali kegiatan di atas.

Para awak media yang menyaksikan penampilan Sandiaga kemudian menduga bahwa pria berkacamata itu menggunakan sempat gadget. Dugaan ini diperkuat dengan adanya gerakan menekan dan scrolling.

Usai debat, media berusaha mengkonfirmasi hal ini kepada Ketua KPU Arief Budiman. Namun, Arief mengaku tidak melihat adanya penggunaan gadget sebagaimana yang diduga. 

"Saya tidak tahu, tidak kelihatan," ujarnya di Hotel Sultan, Ahad malam.

Sementara itu, ketika ditelusuri kembali, aturan tata tertib debat cawapres memperbolehkan kandidat membawa alat tulis, catatan dan materi yang diperlukan. Cawapres dilarang untuk membawa alat peraga kampanye (APK) selama debat.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA