Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Pedagang Mulai Rasakan Dampak Jalan Tol Trans-Sumatra

Senin 18 Mar 2019 17:11 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Muhammad Hafil

Jalan Tol Trans-Sumatra. Foto udara jalan Tol Trans-Sumatra sesi ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Lampung, Sabtu (9/3/).

Jalan Tol Trans-Sumatra. Foto udara jalan Tol Trans-Sumatra sesi ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Lampung, Sabtu (9/3/).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Pedagang mengakui usahanya mulai sepi pembeli.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Sejak Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) ruas Bakauheni–Terbanggi Besar (143 kilometer) Jumat (8/3), arus kendaraan dari kota-kota di Sumatra dan Jawa memadati ruas jalan tol tersebut. Dampaknya mulai dirasakan usaha mikro, kecil, dan menengah di sepanjang jalan lintas Sumatra (jalinsum).

Baca Juga

Berdasarkan pemantauan Republika.co.id, Senin (18/3), arus kendaraan yang keluar dari kapal feri di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, tujuan Kota Bandar Lampung dan kota-kota besar di Sumatra rata-rata masuk jalan tol. Dari pintu keluar kapal, kendaraan langsung melaju pintu masuk tol Bakauheni.

Hal yang sama terjadi pada arus kendaraan dari kota-kota di luar Lampung seperti Palembang, Jambi, Padang, Medan, Aceh, dan lainnya, setiba di Kabupaten Tulangbawang menuju Lampung Tengah, langsung masuk pintu tol Terbanggi Besar dan langsung menuju Pelabuhan Bakauheni sepanjang 143 km.

Sejak diresmikan JTTS Pelabuhan Bakauheni–Terbanggi Besar, ruas jalan tol masih gratis selama satu bulan. Tanpa biasa, membuat arus kendaraan seakan rebutan ingin melintas di jalan tol yang masih mulus tersebut, meski fasilitas pengguna tol dan atribut lalu lintas di sepanjang jalan masih minim.

“Sejak diresmikan, bus, truk, dan mobil pribadi banyak lewat tol. Usaha rumah makan kami terasa sepi pengunjung,” kata Sulaiman, salah seorang pengelola rumah makan di jalinsum ruas Kalianda, Lampung Selatan.

Ia mengatakan, pengunjung biasanya turun dari kapal mampir ke rumah makan, terutama pada malam hari. Sejak keluar kapal, mobil-mobil sudah mengarah ke pintu masuk tol dari Pelabuhan Bakauheni hingga ke Kota Bandar Lampung dan Terbanggi Besar. “Lumayan sepi kalau semua kendaraan masuk tol,” ujarnya.

Menurut Ridho, salah seorang penumpang bus dari Jakarta menuju Kota Bandar Lampung, bus yang ia tumpangi dari kapal langsung masuk tol. “Saya terbangun malam itu karena bus yang saya naiki pecah ban. Rupanya di jalan tol masih sepi dan gelap,” kata Ridho yang bekerja di perusahaan swasta di Jakarta.

Ia mengatakan, biasanya mobil bus berhenti di rumah makan pada malam hari sekalian memberikan kesempatan penumpang untuk ke kamar kecil. Tetapi sejak masuk tol, bus langsung melaju ke Kota Bandar Lampung bagi penumpang yang turun di kota, dan melanjutkan lagi masuk tol menuju Terbanggi Besar.

Hal yang sama dirasakan UMKM di sepanjang jalinsum ruas Panjang dan Tarahan, Lampung. Para pedagang pinggir jalan yang menyediakan sajian lokal seperti oleh-oleh dan makanan ringan untuk di perjalanan, juga mengalami sepi pembeli. Pelintas kendaraan, baik pribadi, truk, dan bus sudah jarang lewat jalinsum sejak jalan tol dibuka.

“Kendaraan yang melintas hanya yang di dalam kota, sedangkan kendaraan pribadi lintas Sumatra sudah jarang terlihat, mungkin mereka lewat jalan tol tidak lewat jalan lintas lagi,” kata Hadi, pengelola usaha keripik pisang Lampung.

Berdasarkan keterangan PT Hutama Karya yang diperoleh Republika.co.id, sejak diresmikan beroperasinya JTTS Bakauheni–Terbanggi Besar sepanjang 143 km, pengguna jalan tol meningkat tajam. Pada awal beroperasinya, jumlah kendaraan sebanyak 11 ribu unit, pada hari-hari selanjutnya karena sudah diumumkan di publik meningkat menjadi 15 ribu unit per hari. 

Sebelumnya, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan, terbukanya konektivitas JTTS akan membuka pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Sumatra. Ridho mengatakan, terbukanya konektivitas melalui pembangunan JTTS ini akan membuka investasi di kawasan Lampung Selatan.

Selain itu, JTTS akan membuka peluang investasi di kawasan-kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru, baik di sektor industri maupun pariwisata.

Ridho juga mengatakan, bahwa tol ruas Bakauheni-Terbanggi akan difungsikan sebagai sistem logistik nasional. Terutama, dalam pendistribusian barang dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA