Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

3 Daerah di Sumut Terdampak Asap Karhutla Riau

Selasa 19 Mar 2019 15:54 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Pemadaman Karhutla: Helikopter Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjatuhkan air dari udara saat membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (ilustrasi)

Pemadaman Karhutla: Helikopter Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjatuhkan air dari udara saat membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (ilustrasi)

Foto: Antara/FB Anggoro
Tiga daerah itu Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara

REPUBLIKA.CO.ID, LABUHANBATU -- Polusi asap kebarakan hutan dan lahan atau Karhutla yang terjadi di Provinsi Riau meluas hingga ke Provinsi Sumatra Utara. Kabut asap tipis itu mulai menyelimuti tiga daerah, yakni Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara.

Baca Juga

Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Labuhanbatu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rizky Ismana Nasution ketika dihubungi, di Labuhanbatu, Selasa (19/3) membenarkan adanya polusi kabut asap di tiga daerah itu. Menurut dia, kabut asap berasal dari Provinsi Riau yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatra Utara. "Memang kabut asap ini diketahui dari karhutla di Bengkalis dan Dumai di Riau," katanya.

Ia menjelaskan, hembusan angin dan faktor cuaca juga memengaruhi penyebaran kabut asap hingga ke wilayah lain. Dari hasil pantauan petugas Manggala Agni di lapangan, kata dia, titik karhutla di Kecamatan Pamingke, Kabupaten Labuhanbatu Utara bukan menyumbang polusi asap di daerah kawasan pantai timur tersebut. "Memang ditemukan titik api di Aek Natas, Kecamatan Pamingke, tetapi sudah berhasil dipadamkan, kabut asap bukan berasal dari situ," katanya.

Pihaknya akan terus memantau perkembangan dan terus berupaya melakukan pencegahan Karhutla dengan melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat di daerah. Sementara, warga Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sholawat Mangaraja Lubis mengatakan, akibat polusi kabut asap Karhutla ini sangat meresahkan, dan mengganggu aktivitas warga.

Dampak yang akan ditimbulkan adalah infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA dan udara pun terasa panas. Ia meminta, pemerintah daerah mengantisipasi paparan polusi kabut asap bagi kesehatan masyarakat. "Polusi kabut asap Karhutla memang sangat meresahkan, mudah-mudahan pemerintah dapat mengatasinya dengan baik," katanya.

Sebelumnya telah terjadi Karhutla di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau, yakni daerah pesisir Pelalawan, Siak, Bengkalis, Rokan Hilir hingga Indragiri Hilir dan Dumai. Akibat peristiwa itu sejumlah daerah hingga kini terdampak polusi kabut asap.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA