Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Kiai Maruf Minta Santri Madura Pegang Tiga Prinsip

Selasa 19 Mar 2019 17:24 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Teguh Firmansyah

KH Maruf Amin

KH Maruf Amin

Foto: Antara
Ma'ruf ingatkan Santri akan dihadapkan dengan disrupsi digital.

REPUBLIKA.CO.ID, SUMENEP -- Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin menyampaikan tausiyah di Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-Guluk, Semenep, Madura, Selasa (19/3). Kiai Ma'ruf berpesan kepada ribuan santri Madura agar memegang tiga prinsip untuk menghadapi tantangan 10 tahun ke depan.

"Santri harus pegang tiga prinsip, menjaga yang lama yang baik, mengambil yang baru yang lebih baik, dan melakukan upaya perbaikan perubahan ke arah yang lebih baik secara berkelanjutan," ujar Kiai Ma'ruf saat tausiyah dalam Acara Ngaji Bareng di Pesantren  An-Nuqayah, Sumenep, Selasa (19/3).

Kiai Ma'ruf mengatakan, kedepan santri akan dihadapkan dengan Disrupsi digital dan revolusi industri 4.0. Karena itu, santri Madura harus siap menghadapi tantangan itu.

"Ini kita akan hadapi tantangan ke depan di mana menjungkir balikkan yang lama-lama yakni industri digital. Disrupsi. Ini santri zaman now harus paham," ucap ulama yang masih memiliki keturunan Madura ini.

Ketua Umum MUI ini menjelaskan, ulama juga memiliki tugas kolektif dalam membangun bangsa ini, yaitu menjaga negara dan agama. Namun, para ulama tidak mungkin berjalan sendiri-sendiri, sehingga para ulama bergabung dalam satu organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

"Jadi menjaga agama dan negara harus bersama-sama. Bisa gerakan kultural, bisa juga strukturaliyyah. Kita harus menjaga negara dari upaya yang merusak NKRI. NKRI bagi kita bagi kita harga mati," kata Mantan Rais Aam PBNU.

Acara Ngaji Bareng dan Ijazah Kitab Shahih Bukhari itu dihadiri puluhan ulama pesantren dari Jawa Timur yang di antaranya Pengasuh Pesantren An-Nuqayah KH. Abd. A'la, Pengasuh Pesnatren Sidogiri Pasuruan, Pengasuh Pesantren Nurul Jadid.

Baca Juga

Bahkan hadir pula putri Gus Dur Yenny Wahid dan Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim, serta sejumlah pejabat lainnya di Madura.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA