Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sekjen PPP: Mukernas tidak Bisa Memilih Nama Ketum Baru

Rabu 20 Mar 2019 14:12 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani.

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
DPP dan DPW PPP mengadakan mukernas pada Rabu (20/3) hinga Kamis (21/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menyebut munculnya nama baru untuk ketua umum PPP pengganti Romahurmuziy tidak dimungkinkan. Menurut Arsul, agenda mukernas tetap pada pengukuhan Suharso Monoarfa sebagai pelaksana tugas (plt) ketua umum.

Baca Juga

"Hemat saya tidak bisa karena agenda mukernas hanya mengukuhkan dan tidak mengukuhkan," kata Arsul saat ditemui di Gedung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Rabu (20/3).

DPP dan DPW PPP mengadakan mukernas pada Rabu (20/3) hinga Kamis (21/3). Pengukuhan diperkirakan bakal memunculkan penolakan dari sejumlah DPW lantaran pengukuhan Suharso Monoarfa sebagai plt ketum dianggap menyalahi AD/ART partai.

AD/ART PPP mensyararkan plt ketua umum harus dijabat wakil ketua umum. Namun, menurut Arsul, apabila para peserta rapat menolak, Mukernas pun tidak bisa pula memproses nama baru.

"Jadi Mukernas itu hanya mengukuhkan atau tidak mengukuhkan, tapi tidak ada nama baru. Yang bisa, kalau tidak mengukuhkan ya kembali rapat pengurus harian. Begitu," ucap Arsul.

Forum Mukernas akan mengembalikan ke forum pengurus harian untuk kemudian ditentukan siapa nama-nama kandidat lainnya, baru kemudian digelar Mukernas lanjutan. "Ya rapat lagi kita," kata Arsul.

photo
Arwani Thomafi. (Istimewa)

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi mengklaim, semua peserta rapat harian yang diselenggarakan PPP. Termasuk, para wakil ketua dan dengan para ketua majelis telah menyepakati keputusan menunjuk Suharso.

Terkait protes atas ketidaksesuaian dengan AD/ART, Arwani menuturkan, hal itu akan dibicarakan dalam Mukernas. "Misalnya ada yang masih mempertanyakan, saya kira kita harus menghargai, dan bisa saja nanti disampaikan dan kita diskusikan kita musyawarahkan," kata dia.

Arwani enggan berspekulasi terkait potensi nama baru untuk dipilih sebagai ketua umum meski sejumlah DPW telah mengusung nama sebagai calon pengganti Romi. Sebagai contoh, DPW Jatim yang mengusung Khofifah Indar Parawangsa dan DPW Jateng yang mengusung Arwani.

Arwani hanya menegaskan, mukernas diselenggarakan untuk mengukuhkan keputusan rapat harian menunjuk Suharso Monoarfa sebagai plt ketua umum. "Agenda mukernas nanti mengukuhkan hasil rapat harian DPP bersama dengan para ketua majelis," kata dia.

Mukernas yang rencananya akan digelar dua hari itu, lanjut Arwani bakal dihadiri pengurus harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Pimpinan Departemen, Pimpinan Majelis, Serta Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Mukernas ini tidak dihadiri Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten atau kota, sehingga agenda ini bukan merupakan Muktamar.

Arwani menegaskan, pada prinsipnya, Mukernas digelar untuk memantapkan langkah PPP dalam menghadapi Pemilu pada 17 April 2019.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA