Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

TKN: Kiai Maruf Telah Tampilkan Efek Kejut di Debat Cawapres

Rabu 20 Mar 2019 18:24 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andri Saubani

Cawapres nomor 01 KH Ma'ruf Amin saat mengikuti debat cawapres 2019 di Jakarta, Ahad (17/3).

Cawapres nomor 01 KH Ma'ruf Amin saat mengikuti debat cawapres 2019 di Jakarta, Ahad (17/3).

Foto: Republika/Prayogi
Debat ketiga antarcawapres telah digelar pada 17 Maret 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) menyebut calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin mampu memikat pemilih milenial melalui debat pada Ahad (17/3) lalu. TKN mengklaim, Ma'ruf mampu menampilkan efek kejut bagi semua orang dalam debat tersebut.

"Ma'ruf Amin mampu tampil dengan penguasaan masalah yang kekinian. Ini menjadikan lawan debatnya seperti anak kecil yang tengah diajari menyelesaikan masalah," kata Bendahara TKN Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Rabu (20/3).

Trenggono menilai efek kejut yang diberikan Mustasyar PBNU itu adalah ketika berbicara isu infrastruktur digital dengan memopulerkan istilah "Tol Langit" untuk pembukaan lapangan kerja dengan memberikan ruang bagi start-up. Ma'ruf juga membicarakan tren dunia pendidikan masa mendatang dengan "cyber university".

"Saya rasa lawan debatnya tak sangka KH Ma'ruf Amin mampu menyajikan isu-isu itu sebagai bagian dari solusi masalah," katanya.

Trenggono justru melihat bahwa lawan debat Ma'ruf yang jauh lebih muda terkesan punya solusi yang kuno untuk menyelesaikan masalah-masalah yang disodorkan dalam debat. Melihat hal itu, dia optimistis penampilan Ketua Umum MUI tersebut mampu mengerek suara milenial yang masih dalam posisi swing voters untuk beralih ke paslon 01 saat memberikan suara pada 17 April 2019 nanti.

"Rasanya pemenang pilpres nanti tak akan jauh dari hasil puluhan lembaga survei yang memenangkan pasangan Jokowi-Amin. Lihat saja nanti," katanya.

Sebelumnya, dalam debat cawapres 2019, Ma'ruf Amin menjelaskan, yang dilakukan oleh Jokowi-JK (Jusuf Kalla) adalah meletakkan milestone untuk basic capital atau modal dasar. Sementara, Jokowi-Maruf akan melakukan maximize utility yaitu memaksimalkan manfaat yang sudah ada.

"Kami akan lakukan adalah mentaqdim, membesarkan, wa taqmilah, menyempurnakan, dan juga ziyadah, menambahkan, al-manafi wal masalih, manfaat dan maslahat, yang sudah ada. Kami juga akan melakukan pergeseran strategi nasional dari yang semula titik berat pada infrastruktur kepada pembangunan sumber daya manusia," katanya.
 
Ma'ruf pun mendorong tenaga kerja lokal untuk mampu menguasai teknologi, terutama teknologi digital. Kebetulan pemerintah sudah bisa membangun infrastruktur, baik infrastruktur darat, infrastruktur laut, infrastruktur udara, dan infrastruktur langit.

Infrastruktur langit itu adalah melalui Palapa Ring, infrastruktur digital, sehingga sekarang tumbuh usaha-usaha seperti start-up, bahkan juga unicorn, bahkan juga kemungkinan sebentar lagi akan ada decacorn. Dengan demikian maka tenaga lokal harus disiapkan ke depan supaya lebih siap menghadapi tantangan ke depan.

Ma'ruf berharap infrastruktur digital akan tumbuh usaha-usaha start-up yang dalam tempo lima atau empat tahun sudah ada 1.000 start-up. Estimasinya, pada 2024 bisa menumbuhkan 3.500 start-up sehingga dapat membuka lapangan lapangan kerja.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA