Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Suharso Telah Bicara dengan Djan Faridz, PPP Terbuka Islah

Kamis 21 Mar 2019 07:57 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Teguh Firmansyah

Sekjen PPP Arsul Sani (kiri) menyalami Plt Ketum terpilih Suharso Monoarfa di Mukernas PPP, Bogor, Rabu (20/3) malam.

Sekjen PPP Arsul Sani (kiri) menyalami Plt Ketum terpilih Suharso Monoarfa di Mukernas PPP, Bogor, Rabu (20/3) malam.

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Suharso menganggap hanya ada satu PPP.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Plt Ketua Umum PPP yang baru terpilih Suharso Monoarfa membuka peluang islah dengan PPP Muktamar Jakarta. Suharso bahkan mengaku telah berkomunikasi dengan mantan pimpinan Muktamar Jakarta, Djan Faridz.

"Kita masih menyaksikan ya pernak-pernik secara kultural yang menamakan dirinya juga Partai Persatuan Pembangunan saya mengajak pada mereka semua untuk kembali ke rumahnya," ujar Suharso usai dikukuhkan menjadi Plt Ketum PPP, Rabu (20/3) malam.

Secara définitif, Suharso menganggap hanya ada satu PPP, yakni PPP hasil Muktamar Pondok Gede pada April 2016 yang kini ia pimpin. Namun, ia mengakui, masih ada organisasi yang juga menamakan  'PPP Muktamar Jakarta. Ia mengaku, sudah mengomunikasikan peluang islah dengan Djan Faridz agar kembali ke PPP

"Saya juga sudah berbincang-bincang bertemu diajak makan malam dengan senang hati, sayang sekali beliau tidak hadir ke Mukernas ya itu Pak Djan Farid dan beliau mengatakan beliau akan mendukung setidak-tidaknya supaya di dalam pemilu PPP tetap solid," ucap Suharso.

Kini PPP Muktamar Jakarta berada di bawah kepemimpinan Humphrey Djemat. Sekjen PPP Arsul Dani menyatakan, jika kubu Humphrey berniat islah, PPP pun mempersilakan untuk datang ke PPP.

"Ya tolong sampaikan kepada teman-teman, di kubu Humphrey yang saya kira jumlahnya tidak banyak lagi, kalau mau islah datanglah kesini, saya ada disini, datanglah, anytime lah, janjian," kata Arsul.

Sementara itu, Ketua PPP Muktamar Jakarta Humphrey Djemat juga sudah membuka kemungkinan adanya Islah PPP. "Saya meminta dan mengajak kepada seluruh kader PPP agar bersama-sama menata kembali, PPP ke depannya lebih baik dan bersih," ujar Humphrey saat dikonfirmasi.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA