Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Pembangunan Infrastruktur Harus Diimbangi Kualitas SDM

Kamis 21 Mar 2019 20:36 WIB

Rep: Hiru Muhammad/ Red: Agus Yulianto

Tampak suasana pameran indobuildtech 2019  di ICE BSD.

Tampak suasana pameran indobuildtech 2019 di ICE BSD.

Foto: Foto: Istimewa
Peran kurikulum dan tenaga pengajar juga menentukan kualitas SDM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam lima tahun terakhir, akan lebih efektif apabila diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai kebutuhan. 

Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan pandangan tersebut ketika memberikan sertifikasi pada pembukaan SDM ahli Konstruksi Indonesia  Indobuildtech dan Temu Karya Ilmiah 2019, Kamis (21/3). Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan di berbagai daerah diharapkan akan memperlancar roda perekonomian daerah. "Kegiatan yang semula biasa saja setelah ada infrastruktur akan lebih intensif," katanya. 

Setelah infrastruktur berjalan, maka dilanjutkan dengan pembangunan SDM. Saat ini ada 8,3 juta tenaga kontruksi. Dari jumlah itu, sebanyak 1,6 juta adalah tenaga ahli. Jumlah yang memiliki sertifikat keahlian mencapai 195.312 orang. "Masih ada sekitar 1,4 juta lagi yang perlu sertifikasi," katanya.

Pebangunan SDM dapat dilakukan dengan tiga hal. Bisa melalui pelatihan di balai latihan kerja (BLK), sekolah kejuruan dan politeknik. Saat ini sebagian besar kualitas lulusan SMK masih belum sepenuhnya memadai. Hal itu tidak terlepas dari kurikulum dan kualitas tenaga pengajar. 

Darmin menilai perlu adanya peningkatan kualitas tenaga pengajar di SMK atau sejenis termasuk kurikulumnya.Sehingga apa yang dipelajari di sekolah dapat memenuhi kebutuhan dunia industri. "Karena itu perlu pelatihan vokasi yang erat hubungannya dengan industri," katanya.

Dalam pameran Indobuildtech ke -17 kali ini diikuti 620 peserta yang berkecimpung dalam industri interior dan bahan bangunan. Mereka berasal dari 12 negara termasuk ASEAN. Pameran yang mengambil tema Establishing Architecture ini berlangsung 20 - 24 Maret 2019. "Kami mau dorong pangsa pasar ekspor seperti furniture, bio wood dan virobuild. sejebis plastik daur ulang untuk atap," kata Raditia Zafir Ahmad, General Manager PT Debindo selaku penyelenggara pameran. 

Pameran ini memang lebih difokuskan untuk mempertemukan para pebisnis dengan melibatkan kerjasam 23 asosiasi dalm industri bahan bangunan di tanah air. Namun, pihaknya berharap jumlah pengunjung tahun ini dapat mencapai angka 58 ribu, lebih tinggi dari tahun lalu sebanyak 53 ribu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA