Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jokowi: Kalau Hitungannya Untung dan Rugi, MRT tak akan Ada

Jumat 22 Mar 2019 02:10 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) bersiap menaiki bus Transjakarta menuju Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) bersiap menaiki bus Transjakarta menuju Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Untuk negara hitungannya lebih ke arah benefit.

 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo, mengatakan mass rapid transit (MRT) di Jakarta tidak akan pernah ada jika perhitungan yang digunakan adalah untung atau rugi. Hal itu yang terjadi selama beberapa dekade terakhir.

"Kenapa sampai 30 tahun tidak diputuskan? Karena perhitungannya untung rugi. Rugi pasti, untung dari mana, yang namanya transportasi massal itu ya rugi," kata Jokowi ketika menghadiri deklarasi dukungan 10.000 pengusaha untuk Jokowi- Maruf Amin, di Istora Senayan, Jakarta, Kamis malam.

Padahal, kata Jokowi, kalau untuk negara, hitungannya bukan untung dan rugi, tapi lebih ke benefit Menurut Jokowi, perhitungan untung rugi itu untuk para pengusaha dan perusahaan.

Baca Juga

Ia mengaku sempat ada kesulitan menghitung benefit sehingga pembangunan MRT ditetapkan berdasar keputusan politik untuk kepentingan negara secara makro.

Di hadapan pengusaha, Jokowipun meminta mereka untuk mencoba menumpang moda transportasi umum. "Saya harap yang hadir di sini mulai besok mencoba MRT. Apa yang ingin saya sampaikan, negara sebesar Indonesia ini masa baru punya MRT sekarang. Itu pun kita putuskan saat saya jadi gubernur dengan Pak Ahok," katanya.

Ia menyebutkan berdasar studi Bappenas, kerugian akibat kemacetan di Jakarta dan sekitarnya beberapa tahun lalu mencapai sekitar Rp65 triliun per tahun.

"Sekarang dihitung lagi sudah Rp100 triliun. Apa mau diteruskan? Lebih baik dipakai untuk bangun MRT dan LRT benar? Itu yang namanya keputusan politik sehingga secara makro negara kita tetap untung gede," katanya.

Ia menyebutkan itungan terakhir untuk membangun MRT di Jakarta untuk seluruh jalur sepanjang 231 km menghabiskan biaya Rp571 triliun. "Apa artinya? ya lebih baik dibangun daripada kita rugi Rp100 triliun setiap tahun," katanya.

Terkait pembangunan jalan tol di Sumatera, Jokowi mengatakan hampir setiap hari ia terjun ke lapangan untuk memastikan semua proyek berjalan atau terealisasi.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA