Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

KPK Duga Jual Beli Jabatan Kemenag Bukan Cuma di Jatim

Jumat 22 Mar 2019 20:28 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Andri Saubani

Kasus OTT Romahurmuziy.  Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief memberikan keterangan pers terkait kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama pada konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Kasus OTT Romahurmuziy. Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief memberikan keterangan pers terkait kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama pada konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Dalam kasus ini, KPK baru saja menjerat mantan ketua umum PPP Romahurmuziy.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) Laode M Syarif mengungkapkan pihaknya mengendus adanya praktik jual beli jabatan di lingkungan kerja Kementrian Agama (Kemenag) terjadi secara masif di sejumlah daerah. KPK baru saja menjerat mantan ketua umum PPP M Romahurmuziy (Romy) dalam kasus suap beli jabatan di Kanwil Kemenag Jatim dan Gresik.

Baca Juga

"Kami mendapatkan banyak informasi bukan cuma Jawa Timur yang kemarin itu, tetapi informasi yang didapat KPK itu ada juga di daerah yang lain," ujar Syarif di Gedung KPK Jakarta, Jumat (22/3).

Namun, Syarif masih enggan membeberkan lebih jauh Kanwil Kemenag di daerah mana saja yang terlibat praktik jual beli jabatan tersebut. Oleh karenanya, publik diminta untuk bersabar karena proses penyidikan sedang berjalan.

"Ya itu kan sekarang pengembangan penyidikan sedang berjalan ya sabarlah," kata Syarif.

KPK telah menetapkan tiga tersangka pada kasus ini, yaitu diduga sebagai penerima yaitu anggota DPR periode 2014-2019 M Romahurmuziy. Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Diketahui, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Atas perbuatannya, dua tersangka pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Sementara Romy, tersangka penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA