Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Republika Gelar Acara Santai Bersama CEO

Jumat 22 Mar 2019 20:49 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda

Cafe CEO. (Dari Kiri) Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P.Roeslani,Dirut BRI Syariah Moch. Hadi Santoso, Direktur Keuangan dan Oprasional BNI Syariah Wahyu Avianto dan Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi menjadi narasumber pada acara Cafe CEO Republika,Jakarta, Jumat (22/3). Diskusi santai tersebut mengambil tema Benerkah Disrupsi Mamatikan Bisnis?

Cafe CEO. (Dari Kiri) Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P.Roeslani,Dirut BRI Syariah Moch. Hadi Santoso, Direktur Keuangan dan Oprasional BNI Syariah Wahyu Avianto dan Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi menjadi narasumber pada acara Cafe CEO Republika,Jakarta, Jumat (22/3). Diskusi santai tersebut mengambil tema Benerkah Disrupsi Mamatikan Bisnis?

Foto: Prayogi/REPUBLIKA
Cafe CEO akan mengajak empat narasumber berbicara santai mengenai bisnis di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Malam ini Republika mengadakan acara Cafe CEO dengan tema "Benarkah Disrupsi Mematikan Bisnis". Acara dihadiri empat CEO yakni CEO PT Adaro Tbk Boy Tohir, Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani, Direktur Utama BRI Syariah Hadi Santoso dan Direktur Keuangan dan operasional BNI Syariah Wahyu Avianto.

Pimpinan Redaksi Republika Irfan Junaidi mengatakan acara yang pertama digelar oleh Tim Republika ini berbicara mengenai bisnis di Indonesia. Uniknya, format acara dikemas secara santai sehingga para narasumber bisa langsung berinterkasi dengan peserta.

“Acara perdana mulai gelar tahun ini, acara yang diformat berbicara tentang bisnis bukan politik karena bisa terlalu panas. Formatnya santai, bisa interaksi,” ujarnya di D’Consulat Lounge, Jumat (22/3).

Rencananya, lanjut Irfan, akan rutin menggelar acara ini dalam dua atau tiga bulan sekali. Cafe CEO juga sebagai ajang silahturahim antara Republika dengan beberapa para pelaku di Indonesia.

“Insya Allah rencananya gelar acara ini dua sampai tiga bulan sekali, sehingga bisa memperluas jaringan. Nanti ada empat narasumber yang akan sharing,” ungkapnya.

Soal tema yang diangkat pada acara perdana ini, Irfan menilai tema ini sangat penting mengingat Indonesia sedang menghadapi era perubahan atau era disrupsi. Jika diartikan dalam kehidupan sehari-hari, disrupsi adalah terjadinya perubahan yang fundamental atau mendasar.

Satu di antara penyebab terjadinya perubahan yang mendasar adalah evolusi teknologi yang menyasar sebuah celah kehidupan manusia. Digitalisasi adalah akibat dari evolusi teknologi (terutama informasi) yang mengubah hampir semua tatanan kehidupan, termasuk tatanan dalam berusaha.

“Perubahan bukan pertama terjadi, dulu pada tahun 1700 atau 1800an terjadi perubahan dari tenaga binatang diubah menjadi tenaga mesin lalu terjadi gejolak sosial. Lalu sekarang berulang lagi, formatnya digitilize. Ada gejolak sosial juga, meski tidak sekeras masa lalu. Ini kan sebenernya perulangan, tapi kalau tidak diobrolkan maka bisa jadi bisnis yang mati. Malam ini kita akan sharing dengan empat pelaku usaha,” jelasnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA