Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Romi Berkelit, KPK Kantongi Bukti Percakapan Romi

Sabtu 23 Mar 2019 09:39 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Elba Damhuri

M Rommahurmuziy (Romi).

Tersangka kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3).

Foto:
KPK belum menjadwalkan pemanggilan Menag Lukman Hakim terkait kasus Romi.

Menanggapi nama Khofifah, Febri mengatakan KPK tak mau terburu-buru. Namun, bila dibutuhkan penyidik, Khofifah dan pihak lainnya yang disebutkan Romi akan dimintai keterangannya. "KPK punya tanggung jawab untuk melihat ada atau tidak relevansinya dengan pokok perkara," kata Febri.

Febri juga memastikan KPK akan segera memanggil Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ataupun para pejabat di Kementerian Agama (Kemenag) sebagai saksi kasus suap beli jabatan yang menjerat mantan ketua umum PPP M Romahurmuziy alias Romi.

"Kalau pertanyaannya kapan dipanggil, ya tentu akan kami panggil sepanjang dibutuhkan dalam proses penyidikan," kata Febri.

Namun, kata Febri, siapa saja yang akan dipangil serta kapan waktunya dirinya tak bisa memastikan. Febri berjanji akan segera menyampaikan jika pemanggilan sudah dijadwalkan. "Karena KPK juga berharap kasus ini dikawal oleh publik," tegas Febri.

Dia menjelaskan, kasus pengisian jabatan itu sangat berisiko merugikan masyarakat. Karena secara teoritis sangat memungkinkan terjadi apa yang disebut efek domino korupsi. Sebab, pihak yang mengisi jabatan itu akan mencari uang pengganti yang diberikan.

"Yang berisiko yang disalahgunakan adalah anggaran yang ada di sana atau pungli di masyarakat. Risiko ini yang perlu kita lawan bersama," kata Febri.

Romi keluhkan rutan KPK

Sementara itu, belum genap sepekan menghuni Rumah Tahanan (Rutan) KPK Cabang K-4 di belakang Gedung Merah Putih KPK, Romi sudah mengeluh. Romi kurang nyaman karena sistem udara di Rutan KPK sangat minim dan membuat para tahanan merasa pengap.

"Saya cuma mau pesan saja karena KPK masih banyak anggaran. KPK serapan anggarannya rendah ya paling tidak ventilasi itu ditambah supaya ruangan itu tidak sangat pengap," kata Romi.

Romi merasa khawatir bila para tahanan lain, termasuk dirinya kekurangan oksigen ketika berada dalam rutan tersebut. "Saya khawatir beberapa kawan agak tidak ini, ya dengan itu (rutan KPK) kurang memenuhi aspek," kata Romi.

Romi juga mengaku sudah dua kali meminta agar bisa berobat di luar KPK. Ia mengklaim memiliki penyakit yang sudah diderita cukup lama dan belum diperiksakan kembali ke dokter. "Dokternya di sini tidak dalam posisi mampu, makanya saya minta keluar. Tapi sampai hari ini belum diberi," kata Romi.

(ed: ilham tirta)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA