Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Gubernur Banten: Jangan Tanya Lagi Saya Dukung Siapa

Sabtu 23 Mar 2019 17:39 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Andri Saubani

 Gubernur Banten Wahidin Halim

Gubernur Banten Wahidin Halim

Foto: Republika/Muslim AR
Wahidin hari ini bersama Kiai Maruf menghadiri acara Harlah ke-96 NU di Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Gubernur Banten Wahidin Halim dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin sama-sama menghadiri acara Harlah ke-96 NU yang digelar PWNU Banten di Lapangan Lapas Anak, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (23/3).  Dalam acara itu, politikus Partai Demokrat ini pun mengungkapkan sikap politiknya di pilpres 2019 .

"Jadi jangan tanya lagi (dukungan Capres-Cawapres) saya. Sudah tahu sama tahu saja. Apalagi saya Gubernur Banten dukungan dan doa dari beliau. Jadi saya tidak berpanjang kalam, sudah paham," ujar Wahidin saat sambutan di depan Kiai Maruf dan warga nahdliyin yang hadir, Sabtu (23/3)

Wahidin menuturkan, sejak menjadi Wali Kota Tangerang, Kiai Maruf selalu rutin hadir dalam acara pengajian dan tausyiah di Banten. Karena itu, Wahidin merasa dirinya sudah selayaknya memberikan dukungan kepada Kiai Maruf.

Apalagi, kata dia, Kiai Maruf merupakan ulama besar asal Banten dan mantan pemimpin tertinggi NU yakni sebagai Rais Aam PBNU. Di pun mengajak warga Banten khususnya warga nahdliyin untuk mendukung hajatan Kiai Maruf di Pilpres 2019.

"Jadi tidak ada pesan lagi untuk kita tidak memberikan dukungan kepada beliau," kata Wahidin.

Acara Harlah NU tersebut dihadiri para ulama Banten, yang diantaranya Ketua PWNU Banten KH. Bunyamin dan juga ulama kharismatik Banten, KH. Abuya Muhtadi Dimyathi. Tampak hadir pula Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Miftakhul Akhyar dan Mustasyar PBNU KH. Manarul Hidayat. Bahkan, hadir juga Walikota Tangerang Arief R . Wismansyah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA