Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

MRT: Harapan Baru Transportasi Modern

Senin 25 Mar 2019 08:48 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri, Rahayu Subekti, Mimi Kartika/ Red: Elba Damhuri

Penumpang Pertama Pascaperesmian MRT. Penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) berjubel di pintu masuk Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Ahad (24/3/2019).

Foto:
MRT akan diintegrasikan dengan semua moda transportasi yang sudah ada.

Selain armada bus, PT Transjakarta menyediakan armada Jak Lingko. Sistem integrasi milik Pemprov DKI yakni Jak Lingko akan merambah hingga ke kota-kota lain seperti Depok. Meski sudah diresmikan, operasional MRT masih digratiskan hingga akhir Maret sambil menunggu pengesahan tarif. Operasional komersial baru akan dimulai pada 1 April 2019.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pihaknya menyediakan kuota 80 ribu kursi per hari sebelum operasional komersial. Masyarakat yang ingin menaiki MRT selama sepekan ini harus mendaftar secara daring melalui laman ayocobamrt.com.

Pendaftaran secara daring dipilih berdasarkan hasil evaluasi selama masa uji coba agar masyarakat bisa lebih tertib.

“Kalau kita tidak tertib, artinya sebagai bangsa kita belum naik kelas. Tolong jaga MRT ini dan mari berperilaku baik dan santun sesuai aturan,” katanya.

Keberadaan MRT disambut secara antusias oleh masyarakat. Sayangnya, tak sedikit warga yang berperilaku tidak tertib saat menaiki rangkaian MRT. PT MRT pun sangat menyesalkan perilaku penumpang yang tak patuh pada aturan seperti larangan makan dan minum di dalam MRT, berdiri, menginjak kursi, serta bergelantungan di dalam gerbong.

photo
Penumpang Pertama Pascaperesmian MRT. Penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) masuk di Stasiun Istora Senayan, Jakarta, Ahad (24/3/2019).


Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mengatakan, secara teknis MRT memang siap dioperasikan. Namun, menurut dia, masih ada fasilitas pendukung yang perlu ditingkatkan.

Salah satu yang perlu ditingkatkan, kata dia, terkait integrasi antarmoda yang terhubung dengan stasiun MRT untuk mempermudah masyarakat berpindah ke transportasi lainnya. Dia mengatakan, mesti ada angkutan pengumpan di setiap stasiun MRT.

"Misalnya dari Stasiun MRT Lebak Bulus disediakan angkutan bus berukuran sedang ke kawasan Jakarta Selatan, Bintaro, atau lainnya supaya mudah menjangkau stasiun MRT," ujar Aditya.

Selanjutnya, perlu disediakan kantong parkir, sehingga pengguna kendaraan pribadi mau beralih ke MRT. Tarif parkir pun harus dibuat flat, bukan berdasarkan jam.

"Kalau tarif MRT murah, tapi tarif parkir mahal ya percuma," kata Aditya.

(imas damayanti ed: satria kartika yudha)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA