Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Harga Bawang Merah di Pasar Sayati Indah Capai Rp 40 Ribu/Kg

Senin 25 Mar 2019 15:28 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Esthi Maharani

Bawang merah

Bawang merah

Foto: pixabay
para pedagang mengaku tidak mengetahui penyebab kenaikan harga bawang merah itu

REPUBLIKA.CO.ID, SAYATI -- Komoditas bawang merah di Pasar Sayati Indah, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung mengalami kenaikan harga tiga hari terakhir sebesar Rp 40 ribu perkilogram. Namun sejauh ini, para pedagang mengaku tidak mengetahui penyebab kenaikan harga tersebut.

"Harga bawang merah eceran di pasar-pasar kecil mencapai Rp 40 ribu perkilogram. Kita sebagai pedagang tidak tahu penyebab kenaikannya," ujar Enang Permana, pedagang sayuran di Pasar Sayati Indah kepada Republika, Senin (25/3).

Kenaikan harga bawang merah itu terjadi tiga hari terakhir dan sangat mendadak. Bahkan, kenaikannya dua kali lipat dari harga biasanya. Padahal, lanjut dia, harga komoditas bawang merah saat ini di pasar induk Caringin, Kota Bandung hanya sebesar Rp 22 ribu perkilogram.

Petani bawang merah asal Cimenyan, Kabupaten Bandung, Ujang Tricipta mengungkapkan saat ini harga komoditas bawang merah mengalami kenaikan. Ia mengungkapkan, harga di tingkat petani bawang merah sebesar Rp 20-21 ribu perkilogram.

"Kalau harga BEP itu Rp 12 ribu perkilogram, petani untung sekitar Rp 8.000 perkilogram," katanya.

Sementara itu, di tingkat pasar, harga bawang merah bisa mencapai Rp 35 ribu perkilogram. Hal itu ia ketahui setelah mengirim bawang merah ke Pasar Induk Kramat Jati.

"Di petani mah hanya Rp 20 ribu perkilogram. Kalau di pasar sudah mencapai Rp 35 ribu perkilogram," katanya.

Menurutnya, harga tersebut terbilang mengalami kenaikan. Ia pun menilai kenaikan harga bawang merah di pasar Sayati Indah merupakan hal yang wajar. Sebab saat ini petani baru memulai menanam bawang merahnya. Menurutnya, bawang merah yang dijual petani adalah stok.

"Stok saya dari 28 ton, tinggal 2 ton-an, banyak permintaan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA