Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Mengapa Tiap Capres Mengulang-ulang Narasi yang Sama?

Rabu 27 Mar 2019 01:49 WIB

Rep: M Riza Wahyu Pratama/ Red: Hasanul Rizqa

Founder Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio.

Founder Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio.

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Pengamat mengomentari soal capres mengulang-ulangi narasi yang saa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri B Satrio mengomentari repetisi yang dilakukan tiap pasangan calon di Pilpres 2019. Menurut dia, masing-masing mereka sengaja mengulang-ulang narasi politik kepada masyarakat. Hal itu supaya mereka kian mudah diingat oleh publik.

"Masing-masing capres berusaha menyampaikan pesan yang mudah diingat oleh rakyat. Oleh karenanya, narasi soal kebocoran anggaran diulang-ulang oleh 02. Begitu pula kubu 01, mereka mengulang-ulang tentang ancaman hoaks," kata Hendri kepada Republika.co.id, Selasa (26/3).

Dia menjelaskan, masyarakat akan lebih mudah mengingat narasi yang diulang-ulang kepada mereka. Narasi tersebut akan dijadikan acuan bagi masyarakat untuk memilih.

Baca Juga

Di sisi lain, pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKopi) itu memaparkan, narasi yang diulang-ulang itu sebenarnya merupakan narasi yang disukai oleh masyarakat."Jadi kalau diulang-ulang ya tidak masalah. Minimal narasi itu menjadi pembeda dan dapat diingat oleh masyarakat," pungkas Hendri.

Sebelumnya, dalam kampanye terbuka hari pertama, Ahad (24/3). Jokowi mengulang kembali narasi soal hoaks. Ia mengajak masyarakat Banten untuk memerangi Hoaks. Begitu pula dengan Prabowo. Saat berkunjung ke Manado, Ahad (24/3), ia mengulang kembali narasi soal kebocoran. Ia mengatakan, kebocoran anggaran mencapai Rp.1.000 triliun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA