Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Asisten Ivan Gunawan yang Tersangkut Kasus Narkoba Meninggal

Rabu 27 Mar 2019 23:07 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Tahanan meninggal. (ilustrasi)

Tahanan meninggal. (ilustrasi)

Foto: www.metro.co.uk
Asisten Ivan Gunawan positif mengonsumsi empat jenis zat narkoba, termasuk kokain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tersangka pemilik kokain Andre Jordan Alatas (36 tahun) meninggal dunia karena sakit usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Andre dikenal sebagai asisten artis Ivan Gunawan.

"Sore tadi pukul 16.00 WIB meninggal dunia," kata Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Erick Frendiz di Jakarta, Rabu.

Erick mengungkapkan awalnya Andre mengalami demam tinggi pada Jumat (22/3). Petugas kemudian membawa tersangka kasus narkoba itu ke RS Polri Kramatjati guna menjalani perawatan, namun dinyatakan meninggal dunia usai dirawat selama enam hari.

Andre diringkus Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat karena terlibat jaringan narkoba kokain. Kepada polisi, Andre mengatakan kokain itu dipesannya dari jaringan narkoba internasional di Belanda dan diantarkan oleh kurir di Indonesia.

Andre ditangkap polisi di rumah indekos di Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/1). Polisi menyita barang bukti satu paket serbuk kokain, dua paket serbuk MDMA, dan dua pil ekstasi.

Penyidik juga sempat memeriksa Ivan Gunawan sebagai saksi. Desainer tersebut kemudian menjalani tes urine dan hasilnya negatif.

Polisi mengatakan penangkapan Andre merupakan hasil pengembangan terhadap jaringan internasional kokain yang berasal dari Belanda setelah sebelumnya mendapat informasi dari pemeriksaan artis Steve Emmanuel. Dari hasil BAP diketahui bahwa Andre setiap kali ke Belanda selalu membeli kokain setelah mengonsumsinya lebih dari 1,5 tahun.

Pada akhir 2018, Andre berkenalan dengan seseorang inisial BOB di Belanda. Orang tersebut lalu menawarkan kokain kepada Andre. Setelah disetujui, kemudian bandar dari Belanda menyuruh kurirnya yang merupakan warga negara Belanda menyerahkan kokain kepada Andre di Jakarta.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendiz menjelaskan Andre ke Belanda bersama Ivan untuk urusan pekerjaan. Selagi di sana, keduanya pisah tempat tinggal sehingga Ivan tidak mengetahui hal di luar pekerjaan yang ada di Belanda.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA