Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Pemilih Disabilitas di Jabar Capai 48.836 Orang

Rabu 27 Mar 2019 23:22 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Sosialisasi Pemilu Untuk Disabilitas. Warga penyandang disabilitas mencoba duduk di atas kotak suara untuk mengetahui kekuatan kotak suara tersebut pada acara Sosialisasi dan Pendidikan Bagi Pemilih Disabillitas pada Pemilu 2019 di GOR Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).

Sosialisasi Pemilu Untuk Disabilitas. Warga penyandang disabilitas mencoba duduk di atas kotak suara untuk mengetahui kekuatan kotak suara tersebut pada acara Sosialisasi dan Pendidikan Bagi Pemilih Disabillitas pada Pemilu 2019 di GOR Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).

Foto: Antara/Novrian Arbi
Sosialiasi terhadap pemilih disabilitas sudah beberapa kali dilaksanakan KPU Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyatakan jumlah pemilih disabilitas di wilayah Jawa Barat pada Pemilu 2019 mencapai 48.836 orang. "Total jumlah pemilih berkebutuhan khusus atau disabilitas yang ada di Jabar ialah 48.836 orang," kata Kepala Divisi Sosialisasi dan Hupmas KPU Jawa Barat, Idham Holik, ketika dihubungi melalui telepon, Rabu (27/3).

Baca Juga

Ke-48.836 orang pemilih disabilitas tersebut, kata Idham, sekitar 13.471 orang ialah pemilih dari tunadaksa, 5.487 orang ialah pemilih tunagrahita, 8.978 orang ialah pemilih tunarungu, 9.126 orang pemilih tunanetra dan 48.836 orang pemilih disabilitas lainnya. Menurut dia, KPU Jawa Barat hingga saat ini sudah melakukan beberapa kali sosialisasi terkait Pemilu 2019 bersama organisasi disabilitas yang ada di wilayah Jawa Barat. Seperti Aliansi Perempuan dan Lansia Disabilitas dan Persatuan Disabilitas Indonesia.

"Kami sudah lakukan sosialiasi beberapa kali bersama mereka sebagai bentuk komitmen kami terhadap pemilih akses. Dan Insya Allah kami akan memperhatikan betul-betul pemilih akses (disabilitas)," kata Idham.

KPU Jawa Barat, lanjut dia, telah menginstruksikan kepada KPU tingkat kabupaten/kota agar saat merekrut petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) memperhatikan hak-hak pemilih disabilitas. "Jadi ada penekanan dari kami bahwa tentang pentingnya pemilu akses, agar melayani pemilih sebaik-sebaiknya, khususnya kepada pemilih disabilitas," kata dia.

Selain itu, kata Idham, berdasarkan hasil rapat dengan peserta Pemilu 2019, KPU Jawa Barat juga selalu menekankan pentingnya kampanye inklusif atau kampanye yang memperhatikan pemilih berkebutuhan khusus. "Saya sampaikan kepada peserta pemilu agar coba menawarkan program-program terkait penyandang disabilitas," kata dia.

Dia mengatakan, KPU memiliki komitmen moral untuk mengingatkan bahwa pemilu ini tidak sekedar lomba meraih suara terbanyak. Tapi kita harus memperhatikan pemilih yang harus diperjuangkan lewat kebijakan publiknya, termasuk teman-teman kita yang disabilitas.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA