Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Jokowi Optimistis Raih 74 Persen Lebih Suara di Sulbar

Kamis 28 Mar 2019 17:26 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Muhammad Hafil

Kunjungan capres jokowi ke kampung nelayan di manggar baru, balikpapan, kalimantan barat

Kunjungan capres jokowi ke kampung nelayan di manggar baru, balikpapan, kalimantan barat

Foto: republika/Rizkiyan Adhiyuda
Jokowi meminta relawan bekerja lebih keras.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Calon presiden pejawat Joko Widodo (Jokowi) optimistis bisa meraih suara hingga lebih dari 74 persen di wilayah Sulawesi Barat. Berdasarkan pengalaman Pilpres 2014, Jokowi menyebut bisa meraih suara hingga 74 persen saat itu.

"Kita pengalaman di 2014 di Sulbar ini mendapatkan 74 persen. Itu saya enggak datang (kampanye) lho. Itu saya gak datang, lha ini datang, mestinya bisa di atas 74 persen," ujar Jokowi di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (28/3).

Dalam kampanye di Mamuju ini, Jokowi mengingatkan perolehan suara di wilayah Sulawesi Barat pada saat Pilpres 2014 yang meraih kemenangan mayoritas.

"Pertanyaan saya sekarang tahun 2019 berapa? Berapa? Berapa? Berapa? Berapa? 80? Bener? Betul? Betul? Janji yaaa? Kerja semua yaaa," kata Jokowi.

Menjelang masa pencoblosan, ia pun meminta tim relawan untuk lebih bekerja keras meningkatkan perolehan suara dari pintu ke pintu. Lebih lanjut, Jokowi juga mengingatkan agar para pendukungnya turut meluruskan isu hoaks dan fitnah yang ditujukan kepada dirinya.

"Saya kasih contoh, ini fitnahnya gini. Kalau Jokowi-Maruf menang pendidikan agama akan dihapus. Bohong. Hoaks. Fitnah ini harus dijelaskan. Tidak mungkin," tambahnya.

Menurutnya, siapapun Presiden yang terpilih nanti tak akan melakukan kebijakan tersebut. Selain itu, ia juga membantah isu dilarangnya adzan jika terpilih nanti.

"Siapa yang berani melarang? Negara ini negara penduduk muslim terbesar  di dunia," ucapnya.

Begitu pula dengan isu pelegalan perkawinan sejenis jika dirinya menang nanti. Menurutnya, penyebaran hoaks ini merupakan cara-cara berpolitik yang tak beretika dan beradab.

"Tak bertata krama. Bener gak? Semua cara dihalalkan ini harus kita sikapi bersama," kata Jokowi.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA