Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Prabowo Anggap Pertumbuhan Ekonomi tak Dirasakan Masyarakat

Jumat 29 Mar 2019 19:27 WIB

Rep: Bambang Noroyono / Red: Friska Yolanda

Prabowo Subianto calon presiden nomor urut 2, tiba di Stadion Pakansari Bogor, Jumat, (29/3).

Prabowo Subianto calon presiden nomor urut 2, tiba di Stadion Pakansari Bogor, Jumat, (29/3).

Foto: Republika/Zainur Mahsir Ramadhan
Klaim pertumbuhan ekonomi disebut sebuah kebohongan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Capres Prabowo Subianto mulai melakukan gaya kampanye terbuka yang berbeda. Pada hari keenam kampanye terbuka menuju pilpres 2019, pada Jumat (29/3), capres nomor urut 02 tersebut, mulai mengkritik dengan keras kinerja pemerintah saat ini, terutama dalam masalah pengelolaan ekonomi negara selama lima tahun belakangan.

Baca Juga

Prabowo tak percaya dengan pertumbuhan ekonomi yang diklaim pemerintahan. Dengan bahasa pasaran, Prabowo menyebut klaim pertumbuhan ekonomi selama ini sebagai kebohongan. Dari janji pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen. Namun, diklaim realisasinya mandek di angka 5 persen. “Lima persen ndasmu,” kata Prabowo di kompleks Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat (Jabar), Jumat (29/3).

Pernyataan Prabowo tersebut kontan disambut tawa puluhan ribu para pendukungnya. Ia mempertanyakan kepada para pendukungnya, apakah ada yang namanya pertumbuhan ekonomi?

“Apa kau semua merasakan adanya pertumbuhan? Yang tumbuh apa? Yang naik apa?” tanya Prabowo. 

Ia pun menjawab sendiri pertanyaan tersebut dengan mengatakan, pertumbuhan terjadi berupa kenaikan harga-harga barang dan membengkaknya nilai utang negara kepada asing.

Prabowo meyakinkan para pendukungnya dengan menawarkan program-program penyelesaian masalah ekonomi. Paling penting, menurut dia, soal ekonomi yang bertalian langsung dengan daya beli masyarakat. Prabowo menjanjikan program 100 hari kepemimpinannya jika terpilih. Ia mengatakan, sudah menyiapkan orang-orang ahli yang akan membantunya mengevaluasi harga dasar kebutuhan listrik di masyarakat. 

“Bukan tiga tahun. Bukan dua tahun. Tetapi dalam 100 hari bisa diturunkan harga listrik di masyarakat,” kata Prabowo. 

Ia menerangkan tentang bagaimana cara para ahli ekonominya kelak yang sudah menghitung harga dasar listrik yang wajar bagi masyarakat. Akan tetapi, hitung-hitungan tersebut tak mau ia beberkan. Alasannya, kata Prabowo, dirinya tak mau jika strategi perbaikan ekonominya, diketahui oleh rival politiknya saat ini.

“Karena banyak media di sini, saya nggak sampaikan kepada kalian. Ntar dicontek. Sekarang, apa yang gue bikin ada yang nyontek,” ujar Prabowo. 

Bukan cuma listrik, Prabowo pun menjanjikan akan mengevaluasi harga daging yang tinggi dirasakan masyarakat. Prabowo menginginkan, dalam 100 hari kerjanya, harga listrik dan daging serta susu punya nilai yang ramah di masyarakat sebagai langkah awal memperbaiki ekonomi.

Kampanye Prabowo di Bogor menjadi kota ketiga di zona krusial Jawa Barat yang ia sambangi. Sebelum itu, ia juga berkampanye di Karawang, dan Bandung. Tiga kota di Jawa Barat itu, menggenapi delapan kota yang Prabowo singgahi di hari keenam kampanye terbuka menuju Pilpres 2019. Sebelum itu, Prabowo juga sudah berkampanye ke wilayah timur dan tengah Indonesia, dengan mengunjungi Manado, Makassar, Merauke, Denpasar, dan Mataram.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA