Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Erick Ungkap Alasan Pilih Dukung Jokowi daripada Sandiaga

Jumat 29 Mar 2019 19:34 WIB

Red: Andri Saubani

Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Erick Thohir meyampaikan pandangannya dalam talkshow kado nusantara dalam pameran Karya Adalah Doa,Senyawa Karya, Sewujud Doa di Jakarta, Jumat (29/3).

Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Erick Thohir meyampaikan pandangannya dalam talkshow kado nusantara dalam pameran Karya Adalah Doa,Senyawa Karya, Sewujud Doa di Jakarta, Jumat (29/3).

Foto: Republika/Prayogi
Erick menegaskan persahabatannya dengan Sandiaga terus terjalin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua TKN Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin, Erick Thohir menyampaikan alasan dirinya memilih untuk membantu Jokowi guna melanjutkan masa jabatan presiden kedua kalinya. Atas alasan itu, dia tidak mendukung Sandiaga meski menjamin persahabatan terus terjalin.

Baca Juga

"Saya mau bantu beliau (Jokowi) karena beliau masih yang terbaik. Jadi ini bukan pilihan antara beliau dan Sandiaga Uno, pada hari ini beliau masih yang terbaik," kata Erick, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (29/3).

"Dan saya tidak mau terjebak o.. berarti Erick Tohir bukan sahabat yang baik, ini bukan sahabat atau bukan sahabat ini, buat masyarakat Indonesia, persahabatan bisa berlanjut," kata Erick menjawab pertanyaan peserta diskusi.

Erick mengatakan, Jokowi telah menginspirasi dan memberikan optimisme kepada bangsa Indonesia. Selain itu, visi Jokowi yang jauh ke depan mempersiapkan bangsa ini menuju bangsa yang besar.

Ia mencontohkan bagaimana Presiden Jokowi optimistis mampu menyelenggarakan Asian Games hanya dalam tempo sekitar 2,5 tahun. Asian Games yang digelar di Indonesia, menurut Erick, kemudian diapresiasi menjadi yang terbaik oleh media-media besar.

Selain itu, Jokowi dengan visinya membangun infrastruktur di seluruh Indonesia, untuk menyiapkan diri menjadi negara yang maju pada 2030. Infrastruktur yang telah dibangun saat ini, nantinya akan dirasakan hasilnya 10-15 tahun mendatang.

Visi Jokowi lima tahun mendatang adalah untuk mempersiapkan sumber daya manusia menyongsong 2030. "Pada saat itu, SDM harus dipersiapkan karena akan ada 67 juta perubahan pekerjaan dan 27 juta pencari kerja milenial," katanya.

Pada saat itu, maka pabrik-pabrik banyak akan mengurangi penggunaan manusia untuk bekerja, mengganti dengan robot. Untuk itu, SDM Indonesia harus dipersiapkan sedini mungkin menghadapi era robotik pada masa depan

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA