Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

PDIP: Politik Putih Jokowi Diterima Ulama dan Tokoh Agama

Jumat 29 Mar 2019 13:41 WIB

Rep: Rizkyan adiyudha/ Red: Teguh Firmansyah

Sekjen PDIP Hasto Kristianto.

Sekjen PDIP Hasto Kristianto.

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Politik putih menjadi kekuatan utama pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan, kekuatan politik putih Jokowi-Ma'ruf mendapat dukungan dari para ulama dan tokoh-tokoh lintas agama. Dia mengaku PDIP menangkap pesan moral yang kuat terkait politik putih tersebut.

"Politik itu membangun negeri dan menyelesaikan berbagai persoalan 'hitam' seperti korupsi, hoaks, fitnah, narkoba, terorisme dan lain-lain," kata Hasto Kristiyanto dalam keterangan resmi, Jumat (29/3).

Dia mengatakan, PDIP menangkap apresiasi dari pesan moral politik putih itu setelah berdialog dalam berbagai kesempatan dengan para ulama di Jawa Timur, Jawa Barat, Aceh, Lampung, Banten dan DKI Jakarta. Dia melanjutkan, politik putih inilah yang menjadi terus kekuatan utama pasangan calon (paslon) Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) itu mengatakan, politik putih itu pula yang pada akhirnya menempatkan elektabilitas paslon 01 selalu di atas. PDIP, dia melanjutkan, tingkat keterpilihan Jokowi-Ma'ruf selalu mengungguli Prabowo Sibainto-Sandiaga Uno.

"Kecenderungan 01 makin kuat seiring dengan tiga kartu utama Jokowi penuh berkat yang diterima dengan rasa kegembiraan oleh rakyat sehingga elektabilitas tertinggi tersebut menjadi energi gerak kemenangan kami," katanya.

Hasto menambahkan, PDIP melihat seluruh hasil survei menempatkan Jokowi dan PDIP dengan elektabilitas tertinggi. Dia mengatakan, PDIP mengaku berterima kasih atas kepercayaan rakyat terhadap Jokowi dan partai.

"Tingginya elektoral Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan PDI Perjuangan menunjukkan bahwa politik membangun peradaban, politik putih, politik kerja, politik tanpa fitnah dan hujatan, lebih diterima rakyat," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA