Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Kiai Maruf Anggap Indonesia Sangat Dihormati Negara Lain

Senin 01 Apr 2019 14:31 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ratna Puspita

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menghadiri debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menghadiri debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Kiai Ma'ruf tak sependapat dengan pernyataan Prabowo yang disampaikan saat debat.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menanggapi pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa Indonesia tidak dihormati oleh negara-negara lain. Kiai Ma'ruf tak sependapat dengan pernyataan Prabowo yang disampaikan saat debat keempat Pilpres 2019 tersebut.

Menurut dia, Indonesia justru sangat dihormati oleh negara-negara lain. "Saya kira tidak betul itu (Indonesia tak hormati luar negeri,red). Sekarang kan Indonesia menjadi anggota tak tetap di dewan keamanan PBB. Kalau nggak dihormati kan nggak dipilih," ujar Kiai Ma'ruf saat ditemui di Bandara Juanda, Sidoarjo, Senin (1/4).

Baca Juga

Pada Juni 2018, Indonesia memang telah dipercaya menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk periode 2019-2020. Setelah itu, menurut Kiai Ma'ruf, peran diplomasi Indonesia untuk menciptakan perdamaian di dunia menjadi lebih besar lagi. 

Bahkan, Kiai Ma'ruf sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sempat mengambil peran menjadi mediator terhadap konflik di Afghanistan. Ia pun menyebutkan Indonesia kerap diminta menjadi mediator terhadap konflik- konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Terutama, misalnya Afghanistan, kan Afghanistan itu paling sulit. Kebetulan saya sebagai majelis ulama diminta oleh Pak Jokowi untuk melakukan pertemuan dengan kelompok ulama," kata Kiai Ma'ruf.

Pertemuan Trilateral Ulama yang digelar di Bogor tersebut mempertemukan ulama-ulama dari Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia. Pertemuan ini sebagai embrio lahirnya pertemuan ulama tingkat dunia di Jeddah yang menghasilkan sebuah deklarasi dukungan bagi Afghanistan. 

"Ulama Afghanistan pro pemerintah, anti pemerintah, dan Pakistan, kemudian ulama Indonesia. Nah, itu kita bisa mencairkan, mereka sangat menghormati Indonesia," tegas Kiai Ma'ruf.

Selain itu, tambah Kiai Ma'ruf, Indonesia juga sangat aktif berperan dalam membantu menangani konflik di Rakhine State, Myanmar. "Di Rohingya kita berperan, Menlu kita aktif sekali mengenai mengembalikan mereka yang di Rohingya itu, dan akhirnya berhasil mengembalikan mereka di tempatnya di sana," jelas Kiai Ma'ruf. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA