Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Napi Tertangkap di Atas Plafon Diduga Hendak Melarikan Diri

Senin 01 Apr 2019 14:50 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi Penjara

Ilustrasi Penjara

Foto: Pixabay
Napi tersebut tertangkap saat sedang berada di plafon penjara.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram Tri Saptono Sabudjie mengatakan, seorang narapidana (napi) diduga sempat berupaya kabur dari Lapas Mataram pada Senin (1/4) siang.

Napi tersebut bernama Herianto Saputra yang berasal dari Narmada, Lombok Barat, berusia 23 tahun. Herianto merupakan napi kasus pencurian telepon seluler (ponsel) dengan masa tahanan 10 bulan dan sudah menjalani selama tujuh bulan.
"Awalnya orangnya sudah diplafon, jadi analogi kita dia mau melarikan diri," ujar Tri di Mataram, NTB, Senin (1/4).

Namun, setelah diperiksa, kata Tri, napi tersebut bukan hendak melarikan diri, melainkan mengambil ponsel di plafon lapas.

Baca Juga

Tri menjelaskan, kronologi awal bermula saat pintu sedang dibuka untuk makan siang para napi. Herianto kemudian memanfaatkan jam makan siang untuk naik ke plafon. Herianto sedang menghuni sel setrap yang terdiri atas delapan orang napi.

Sel setrap merupakan sel khusus bagi para napi yang melanggar tata tertib di dalam lapas. "Si Heri ini sedang dalam pelanggaran sebetulnya karena mencuri lampu-lampu kantor (lapas) pada sebulan lalu. Dia agak pintar listrik, kita percaya dia betulkan listik jadi dia sudah paham betul dengan kondisi plafon," kata Tri.

Lampu yang dicuri, dia jual saat ada kunjungan dari luar ke dalam lapas. Menurut Tri, Herianto sangat memahami kondisi plafon lantaran kerap membetulkan sambungan listrik.

Tri melanjutkan, Herianto memanfaatkan kondisi plafon di lapas yang rusak akibat gempa pada tahun lalu. Tri menyebutkan, sekira 40 persen lapas jebol akibat gempa dan sedang dalam tahap renovasi. "Ketahuan kakinya kelihatan pas di plafon dan langsung dibawa ke ruang keamanan untuk diinterogasi," ucap Tri.

Tri menyampaikan, para napi lain sempat emosi dan ingin menghakimi Herianto. Petugas lapas, kata dia, langsung mengamankan Herianto agar tidak diamuk napi lain.
"Hampir diamuk sama warga binaan lain, untung kami amankan. Situasi sudah kondusif," lanjut Tri.

Mengenai adanya penggunaan ponsel di dalam lapas, Tri menyampaikan, Lapas Mataram sudah melakukan razia ponsel rutin dua kali dalam sepekan. Ternyata, kata Tri, para napi sengaja menyembunyikan ponsel di tempat yang sulit dijangkau, seperti di plafon. "Sanksinya yang jelas remisi hari raya kita cabut," kata Tri menambahkan.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA