Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Prabowo: Apa yang Saya Miliki Lebih dari Cukup

Rabu 03 Apr 2019 03:20 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Nur Aini

Puluhan ribu masyarakat menyambut kedatangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di kawasan wisata danau Cimpago, Padang, Sumtera Barat, Selasa (2/4).

Puluhan ribu masyarakat menyambut kedatangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di kawasan wisata danau Cimpago, Padang, Sumtera Barat, Selasa (2/4).

Foto: dok. BPN Prabowo-Sandiaga
Prabowo berjanji tidak memperkaya diri dan keluarganya.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG — Capres Prabowo Subianto merasa sudah berkecukupan. Ia pun bersumpah untuk tidak memperkaya diri dan keluarganya jika dipercaya rakyat memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Prabowo merasa, pengabdiannya terhadap negara dan rakyat belumlah tuntas. Padahal menengok riwayat hidup, capres 67 tahun itu sarat pengalaman mengabdi terhadap negara. Prabowo, capres yang lahir dari pengalaman militer sejak 1974 sebelum diberhentikan pada 1998. Capres nomor urut 02 tersebut, menyampaikan pilihannya untuk menjadi presiden, semata-mata demi meningkatkan kualitas hidup seluruh rakyat Indonesia.

Menurutnya, dia akan memastikan penegakan keadilan demi kesejahteraan rakyat. “Rakyat Indonesia tanpa kecuali tidak boleh lagi ada yang frustasi karena kemiskinan. Saya bersumpah kepada rakyat, tidak akan memperkaya diri dan keluarga saya,” ujar Prabowo, Selasa (2/4). Sumpah Prabowo itu, ia ucapkan di hadapan puluhan ribu para pendukungnya yang hadir saat kampanye terbuka di kawasan Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (2/4).

Prabowo menyampaikan, kehidupannya yang sebetulnya sudah tuntas. “Apa yang selama ini saya dapatkan, dan miliki sudah lebih dari cukup,” kata dia. Namun Prabowo merasa masih menyisakan tanggung jawab untuk mengabdi terhadap bangsa dan negara. Dia mengatakan sebelum malaikat maut menjemputnya, agar diberikan kesempatan menuntaskan pengabdian tersebut.

“Allah Yang Maha Kuasa, telah banyak memberi kepada saya. Saya sadar suatu saat saya dipanggil, saya tidak punya apa-apa. Saya hanya ingin meninggalkan amal dan perbuatan yang baik untuk rakyat,” ujar dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA