Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Safari ke Sukabumi, Maruf: Jabar Seperti Daerah Pertempuran

Rabu 03 Apr 2019 09:52 WIB

Red: Andri Saubani

Cawapres Kiai Maruf Amin bersama Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi dalam kampanye di Lapangan Nasional Selong, Lombok Timur, NTB, Selasa (2/4).

Cawapres Kiai Maruf Amin bersama Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi dalam kampanye di Lapangan Nasional Selong, Lombok Timur, NTB, Selasa (2/4).

Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Hari ini, Kiai Maruf Amin menghadiri acara peringatan Isra Mi'raj di Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cawapres nomor urut 01, KH Maruf Amin, melanjutkan kegiatan safari ke Sukabumi, Jawa Barat untuk bersilaturahim dan meningkatkan konsolidasi dukungan. Kiai Maruf menyebut peta dukungan wilayah di Jawa Barat (Jabar) seperti daerah pertempuran.

"Hari ini, saya berkunjung ke Sukabumi, untuk menghadiri acara peringatan Isra Mi'raj," kata KH Maruf Amin di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/4).

KH Maruf Amin tiba di Bandara Halim Perdanakusuma dari kunjungannya ke Madura dan Nusa Tenggara Barat, pada Senin dan Selasa. Dari Bandara Halim, Kiai Maruf langsung melanjutkan kunjungan ke Sukabumi. Berdasarkan jadwal yang sudah ditetapkan, Kiai Maruf bersama istri, Estu Wury Handayani, beserta rombongan, akan menghadiri kegiatan Israk Mi'raj yang berlokasi di Lapangan Suryakencana Sukabumi.

Mustasyar PBNU itu menambahkan, pada Kamis (4/3), dirinya akan melakukan safari ke Garut dan Bogor. Di Garut akan bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat serta ulama Nahdlatul Ulama (NU).

Kemudian, ada acara kampanye terbuka di lapangan. Dari Garut, Kiai Maruf akan melanjutkan kunjungannya ke Bogor, juga untuk mengunjungi masyarakat. Ketika ditanya, mengapa kunjungan ke Jawa Barat dilakukan berulang-ulang, menurut Kiai Maruf, Jawa Barat adalah provinsi yang padat penduduk, tapi peta dukungan masih bisa berubah, sehingga harus terus dikonsolidasikan.

"Peta dukungan di Jawa Barat ini, seperti daerah pertempuran, " katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA