Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

MRT dan Pelajaran untuk Tertib tidak Buang Sampah

Rabu 03 Apr 2019 14:16 WIB

Rep: Agata Eta/ Red: Indira Rezkisari

Sejumlah penumpang mengantre untuk mendapatkan kartu single trip MRT di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (1/4).

Sejumlah penumpang mengantre untuk mendapatkan kartu single trip MRT di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (1/4).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sengaja tidak disediakan tong sampah di area MRT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Topik seputar Moda Raya Terpadu (MRT) masih hangat menjadi perbincangan publik. Setelah sebelumnya foto tumpukan sampah yang ditinggalkan penumpang saat uji coba viral di media sosial, muncul kebijakan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan untuk tidak menyediakan tempat sampah di stasiun MRT.

Selain itu saat uji coba, baru-baru ini juga viral di media sosial foto tampak depan di pintu masuk stasiun Bundaran HI terdapat tumpukan sampah. Sampah-sampah tersebut dibiarkan begitu saja berserakan di tangga pintu masuk stasiun.

Foto ini diunggah di akun Instagram Koalisi Pejalan Kaki dengan nama akun @koalisipejalankaki. Foto telah disukai lebih dari 10 ribu orang.

Anies menegaskan tidak adanya tempat sampah di MRT ini sebagai bentuk pendidikan kepada masyarakat. "Tidak disediakan tempat sampah di MRT karena bagian dari pendidikan bahwa sampah dibawa dan tidak ditinggalkan," katanya saat meninjau MRT pada Selasa (2/4).

Dengan tidak disediakan tempat sampah, menurut Anies, masyarakat dilatih untuk tidak meninggalkan tempat sampah. Selain itu, hal ini, menurutnya untuk membuat masyarakat pengguna MRT mengingatkan satu sama lain dalam hal membuang sampah.

"Kalau ada yang buang sampah langsung diingatkan. Lalu petugas juga akan sigap bergerak memastikan setiap ada sampah langsung dibersihkan," kata Anies.

Meski demikian, berdasarkan pantauan Republika pada Rabu (3/4), terlihat ada satu tong sampah aluminium yang disediakan di Stasiun Lebak Bulus. Tong sampah tersebut ditempatkan di seberang minimarket, di sisi barat stasiun, dekat dengan pintu masuk stasiun yang terletak bersisian dengan halte Transjakarta Lebak Bulus.

Terlihat juga tempat sampah tersebut hampir penuh dengan sampah-sampah botol bekas minuman dan makanan.

Sementara di stasiun Bundaran HI tidak terlihat ada tong sampah disediakan di dalam peron maupun di luar area peron. Begitu juga dengan di stasiun Blok M, terpantau tidak ada tempat sampah yang disediakan di stasiun di area peron maupun di area pintu masuk dan keluar penumpang.

Andhika, salah seorang petugas, mengatakan memang tidak disediakan tempat sampah di stasiun. Menurutnya hal itu sudah kebijakan dari manajemen MRT Jakarta. "Tidak, tidak ada. Biar orang tidak buang sampah di stasiun," katanya.

Sayangnya ketiadaan tempat sampah ini lantas menjadi masalah baru. Pada Rabu (3/4) yang bertepatan dengan hari libur nasional warga banyak memanfaatkan menjajal MRT. Apalagi tarifnya saat ini masih dikenakan diskon sebesar 50 persen dari tarif normal.

"Mumpung libur coba sama keluarga," kata Raeny yang ditemui di Stasiun Lebak Bulus. Menjelang siang, kondisi stasiun semakin ramai dan menyebabkan membeludaknya penumpang di Stasiun Lebak Bulus.

Dari keramaian itu, Republika mendapati beberapa pengunjung yang makan dan minum di area stasiun. Tampak pula beberapa botol bekas minuman ditinggalkan begitu saja di samping pintu masuk barat stasiun Lebak Bulus. Terlihat juga berceceran sisa makanan di lokasi tersebut.

Tampak pengunjung yang sebagian datang berombongan duduk lesehan di area stasiun kemudian makan dan minum. Kebanyakan dari pengunjung membeli makanan dan minuman di minimarket yang ada di stasiun Lebak Bulus. Padahal sudah ada imbauan yang ditempelkan di dinding yang bertuliskan larangan bagi pengguna MRT untuk tidak duduk di dalam stasiun.

Meski demikian, tidak semua pengunjung yang makan dan minum lantas meninggalkan begitu saja bekas kemasan makanan mereka. Banyak pula yang membawa sampah mereka ke luar stasiun.

Selain itu, dipasang pula banner atau spanduk yang berisikan larangan membuang sampah yang dipasang di beberapa titik stasiun di dekat area tap in. Dalam spanduk itu juga diinfokan denda bagi pengguna yang membuang sampah sembarang yaitu sebesar Rp 500 ribu.

Sejauh pantauan Republika, tidak ada petugas yang menegur maupun mengingatkan masyarakat yang duduk-duduk di statusiun maupun makan dan minum di stasiun.



Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA