Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Potensi Properti Kelas Menengah di Bandung Masih Tinggi

Rabu 03 Apr 2019 20:20 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

General Manager Marketing Agung Podomoro Park Teddy Kuswana  menyebutkan, pangsa pasar properti untuk kelas menengah masih terbuka lebar.

General Manager Marketing Agung Podomoro Park Teddy Kuswana menyebutkan, pangsa pasar properti untuk kelas menengah masih terbuka lebar.

Foto: Foto: Arie Lukiharidianti/Republika
bBnyak end user dan investor lebih memilih menahan diri membeli rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pangsa pasar properti untuk kelas menengah di Kota Bandung masih terbuka lebar. Permintaan hunian di segmen tersebut masih cukup banyak, terutama didominasi kalangan millennial. 

Menurut General Manager Marketing Agung Podomoro Park Teddy Kuswana, pangsa pasar properti untuk kelas menengah masih terbuka lebar. Karena, banyak kalangan milenial Bandung yang mendambakan hunian dengan harga terjangkau. 

“Kami merespons pasar yang begitu besar ini dengan meluncurkan produk khusus milenial. Karena tren sekarang adalah pengembang menyesuaikan pasar,” ujar Teddy di Bandung, Rabu (3/4).

Teddy mengatakan, pihaknya membidik kalangan atas dengan harga di atas Rp 1,5 miliar. Namun tren saat ini, banyak end user dan investor lebih memilih menahan diri membeli rumah. Mereka diperkirakan menunggu pemilihan presiden usai.

“Padahal selama ini, harga di bawah Rp 1 miliar itu sangat bagus. Makanya, kami juga merespons ini. Kalau nggak, kami akan ketinggalan. Sementara pasar di segmen ini cukup besar,” katanya.

Menurut Teddy, melihat potensi itu, Podomoro membidik kalangan millennial Bandung raya dan Jakarta untuk pengembangan hunian di Podomoro Park Bandung. Pengembangan hunian ini adalah langkah awal Podomoro membidik segmen middle up. 

Melihat potensi pasar milenial Bandung dan Jakarta yang cukup besar, kata dia, Podomoro mencoba ikut bermain di segmen pasar ini. Hunian yang ditawarkan tipe 36 hingga 40 dengan kisaran harga di bawah Rp 1 miliar per unit. 

"Peminat pasar menengah pada property yang kami tawarkan sangat tinggi. Baru 12 hari atau dua pekan saja ada 100 peminat yang menitipkan uangnya pada kami walaupun belum tahu harganya," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA