Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Pemprov Tanggapi Mahalnya Tarif Tol Bakauheni - Terbanggi

Jumat 05 Apr 2019 18:42 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Muhammad Hafil

Sejak diresmikan Jumat (8/3), pengguna jalan tol trans sumatra  Bakauheni - Terbanggi Besar Lampung 15 ribu kendaraan per hari.

Sejak diresmikan Jumat (8/3), pengguna jalan tol trans sumatra Bakauheni - Terbanggi Besar Lampung 15 ribu kendaraan per hari.

Foto: Republika/Mursalin Yasland
Selama sebulan, jalan tol ruas Lampung sudah diramaikan kendaraan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menerima masukan soal mahalnya tarif Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Bakauheni sampai Terbanggi Besar (Bater)  sepanjang 140,09 km yang akan diberlakukan bulan ini. Berdasarkan Keputusan Menteri Kepmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tarif tol Bater mulai dari kendaraan golongan I hingga V Rp 112.500 sampai Rp 224.500.

“Keluhan masyarakat terkait mahalnya tarif tol akan kami ajukan ke pemerintah pusat,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Hamartoni Ahadis di Bandar Lampung, Kamis (4/4).

Ia belum mendapat Kepmen PUPR terkait telah keluarnya besaran tarif JTTS Bater tersebut. Menurut dia, besaran tarif tol yang akan diberlakukan tersebut akan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Padahal, keputusan tersebut tidak serta merta dari pemerintah tapi sudah melalui berbagai pertimbangan baik teknis maupun nonteknis dan kemampuan masyarakat.

Kementrian PUPR telah menetapkan tarif masuk JTTS ruas Bakauheni – Terbanggi Besar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh Republika.co.id, tarif tersebut berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) PUPR Nomor 305/KPTS/M/2019 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar.

JTTS Bater sepanjang 140,09 km tersebut saat ini berlaku tarif gratis namun tetap menggunakan kartu e-toll. Pemberlakuan tarif berbayar setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Jumat (8/3), dan berlaku sampai 30 hari ke depan.

Arus kendaraan dari Sumatra dan Jawa yang melintas di JTTS mulai dari Pelabuhan Bakauheni (Lampung Selatan) hingga Terbanggi Besar (Lampung Tengah) masih ramai dan lancar. Para pengendara kendaraan pribadi, bus penumpang, truk boks dan fuso, masih bebas masuk pintu tol tanpa dikenakan biaya tarif alias gratis.

Pengendara dari Lampung dan kota-kota di Sumatra lebih memilih masuk JTTS menuju Kota Bandar Lampung atau ke Pelabuhan Bakauheni dibandingkan dengan melintas di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum). Selain tidak macet, jarak yang ditempuh pendek, dan juga waktu tempuh lebih cepat dibandingkan melintas di jalinsum.

Hal sama terpantau kendaraan yang turun dari kapal di dermaga Pelabuhan Bakauheni, langsung menuju pintu masuk JTTS Bakauheni menuju Kota Bandar Lampung atau ke Terbanggi Besar. Jalinsum ruas Bakauheni – Panjang mulai sepi, karena mobil-mobil travel, bus penumpang, truk, dan mobil pribadi juga lebih memilih masuk jalan tol.

Baca Juga

Para pengendara mengaku lebih nyama melintas di jalan tol, apalagi masih gratis. “Kalau saya merasakan lewat jalan tol lebih cepat dan lebih nyaman dibandingkan masuk jalinsum yang macet dan padat kendaraan,” kata Hakim, warga Kota Bandar Lampung, Rabu (3/4).

Ia belum mengetahui jumlah kendaraan masuk jalan tol akan lebih banyak atau berkurang ketika jalan tol mulai berbayar. Sejak uji coba hampir sebulan, jalan tol ruas Lampung selalu ramai kendaraan. Ia belum mengetahui besaran biaya masuk tol mendatang yang akan diberlakukan rencananya pada Senin (8/4) mendatang.

Mengenai masih minimnya sarana dan prasarana JTTS Bater tersebut, Pj Sekdaprov Lampung Hamartoni Ahadis mengatakan, pemprov akan berkomunikasi dnegan operator JTTS yakni PT Hutama Karya. Salah satu yang perlu disegerakan pembangunan yakni rest area. Pada area tersebut, ia berharap operator memprioritaskan masyarakat sekitar jalan tol sebagai petugas jalan tol dan pengusaha UMKM lokal.

“Jangan masyarakat luar yang masuk, sehingga pemberdayaan masyarakat sekitar jalan tol dan UMKM setempat atau di Lampung menjadi berkembang,” katanya.

 
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA