Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kemenhub akan Hadiri Pertemuan Boeing di Singapura

Jumat 05 Apr 2019 19:41 WIB

Rep: Rahayu Subekti / Red: Friska Yolanda

Pekerja merakit Boeing 737 MAX 8 di fasilitas perakitan pesawat di Washington, Amerika Serikat.

Pekerja merakit Boeing 737 MAX 8 di fasilitas perakitan pesawat di Washington, Amerika Serikat.

Foto: AP Photo/Ted S. Warren
Boeing menyatakan permintaan maaf kepada keluarga korban kecelakaan pesawat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Boeing Co dikabarkan akan melakukan pertemuan dengan seluruh maskapai di Singapura pada Sabtu (6/4). Dalam pertemuan tersebut, rencananya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga akan menghadirinya.

Baca Juga

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti memastikan dirinya yang akan menghadiri pertemuan tersebut juga. “Ada (perwakilan Kemenhub) saya sendiri. Saya hadir,” kata Polana di Gedung Kemenhub, Jumat (5/4).

Sementara itu, Boeing saat ini sudah mengutarakan permintaan maafnya kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Maskapai Lion Air dan Ethiopian Airlines. Hal tersebut terkait kecelakaan yang menggunakan pesawat jenis Boeing 737 MAX 8.

Chief Executive Officer (CEO) Boeing Co Dennis Muilenburg meminta maaf kepada keluarga korban atas kecelakaan fatal yang menimpa Ethiopian Airlines dan Lion Air. Dia berjanji akan segera merilis piranti lunak untuk sistem manuver pesawat.

“Kami meminta maaf atas nyawa yang hilang dalam kecelakan 737 belum lama ini. Kami tetap fokus pada keselamatan penumpang dan memastikan bahwa tragedi seperti ini tidak pernah terjadi lagi,” ujar Muilenburg dalam sebuah rekaman video yang diunggah di akun Twitter @BoeingAirplanes, Kamis (5/4).

Muilenburg mengatakan, detail mengenai apa yang terjadi dalam kecelakan Ethiopian Airlines ET302 dan Lion Air JT610 akan diumumkan oleh otoritas pemerintah dalam laporan final. "Namun dengan adanya laporan awal dari investigasi kecelakaan Ethiopian Airlines, Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS) di kedua penerbangan diaktivasi sebagai respons terhadap informasi angle of attack yang salah," ujarnya.

Muilenburg yang berbicara dari hanggar Boeing mengatakan, sejarah industri penerbangan menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakan disebabkan oleh peristiwa yang saling terkait. Begitu pula dalam kasus jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines dan Lion Air. Dia memastikan, Boeing dapat memutus salah satu mata rantai yang saling terkait dalam dua kecelakaan fatal tersebut. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA