Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Heboh Chat Yusril dengan HRS, Siapa Berbohong?

Kamis 04 Apr 2019 18:13 WIB

Red: Andri Saubani

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra.

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra.

Foto: Antara
Yusril mengungkap percakapan WA dengan Habib Rizieq yang meragukan keislaman Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Andrian Saputra, Umi Nur Fadhilah, Febrianto Adi Saputro, Nawir Arsyad

Dua pekan jelang pencoblosan Pemilu dan pemilihan presiden 2019, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra membeberkan isi percakapannya dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS). Dalam percakapan via layanan pesan singkat Whatsapp (WA) itu, Rizieq meragukan keislaman Prabowo Subianto.

"Itu tulisan Rizieq sendiri dalam WA yang jejak digitalnya bisa dijadikan bukti yang sangat sulit untuk dibantah,” kata Yusril dalam pesan singkat kepada Republika pada Kamis (4/4).

Dalam tangkapan layar percakapan Yusril dan HRS yang diterima Republika langsung dari Ketum PBB itu, tertulis mulanya Yusril menyampaikan niatnya untuk bersilaturahim kepada HRS lantaran hendak melaksanakan umrah. Dalam perbincangan selanjutnya, Yusril memaparkan posisi PBB dalam gelaran pilpres.

Yusril mengatakan, adanya bukti percakapan tersebut sekaligus membantah tudingan bahwa dirinya berbohong pernah melakukan perbincangan dengan HRS. Yusril malah menuding HRS adalah si raja bohong sesungguhnya.

"Yusril dan Habib tidak pernah komunikasi membahas Prabowo seperti dikatakan Habib Rizieq juga bohong. Perhatikan dalam WA di atas Rizieq yang bilang. Pembicaraan telepon Yusril dan Rizieq tidak ada rekamannya, tetapi komunikasi via WA di atas telah cukup menunjukkan bahwa Habib Rizieq yang menuding Yusril berbohong, ternyata dirinya adalah si raja bohong yang sesunggguhnya,” kata Yusril, Kamis.

Dalam chat tersebut, Yusril menyatakan, dirinya tak yakin Prabowo dan Sandi berada di barisan pembela Islam. Pemahaman Prabowo pun dinilai sangat minim.

HRS pun membalas chat tersebut di mana HRS mengatakan posisi dilematis. Sebab, menurut HRS, umat ingin mengganti presiden. Di lain sisi, Prabowo sebagai capres alternatif tak didampingi ulama. Dalam pesan itu, HRS menyebut dirinya meragukan keislaman Prabowo.

"Dukungan ijtima' untuk PS harus berdampingan cawapres ulama justru karena kita tahu PS lemah tentang Islam dan lingkarannya pun masih banyak yang “Islamphobia”. Apalagi PS sudah terjebak dengan SBY yang sedang propaganda melawan Politik Islam yang disebutnya sebagai “Politik Integritas” beraroma SARA, dan ini sebab kandasnya cawapres ulama,” tulis HRS dalam chat tersebut.

photo
Tangkapan Layar Chat Yusril dan HRS

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA