Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Pernyataan AHY, Demokrat: Koalisi 02 Masih Solid

Kamis 04 Apr 2019 20:45 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Teguh Firmansyah

Komandan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (kedua kanan) berswafoto dengan pendukung saat kampanye di Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (4/4/2019).

Komandan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (kedua kanan) berswafoto dengan pendukung saat kampanye di Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (4/4/2019).

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Demokrat dan kader berkomitmen memenangkan Prabowo-Sandi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon membantah tudingan dugaan ketidaksolidan internal Koalisi 02 menyusul pernyataan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yodhoyono (AHY). AHY mengatakan, isu jatah menteri berpotensi melukai perasaan rakyat.

Enggak. Kita solid, Demokrat dan seluruh kader terus bekerja untuk pemenangan Prabowo-Sandi (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno),” kata Jansen kepada Republika.co.id, Kamis (4/4).

Jansen yang juga menjabat juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) mengatakan, Demokrat menilai pembahasan jatah menteri masih sangat dini untuk dibicarakan. Saat ini, koalisi masih dalam perjuangan memenangkan Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019 pada 17 April mendatang.

Karena itu, menurut dia, pembahasan kabinet tidak elok dibicarakan sekarang. Pun jika harus dibahas, maka itu menjadi kewenangan Prabowo dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama ketua umum partai koalisi lainnya. “Terlalu jauh bicara itu sekarang. Kasihan rakyat melihat perjuangan, jadi tak murni,” ujar Jansen.

Terkait pernyataan AHY, Jansen mengatakan hal itu merupakan jaminan bahwa perjuangan membawa perubahan murni diusung Partai Demokrat. Dia menolak anggapan bahwa pernyataan AHY ihwal 'melukai hati rakyat' justru menguntungkan pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin).

Baca Juga

Enggaklah. Ini kan kami bagian Prabowo-Sandi, rakyat di bawah, percayalah perjuangan kita masih murni,” kata dia.

Dia menegaskan, jabatan di kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Dia berharap jabatan tersebut diisi anak-anak bangsa yang mempunyai kemampuan, tidak harus dari partai politik. Dengan demikian, lahir Indonesia yang adil dan makmur, sesuai tema perjuangan Prabowo-Sandi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA