Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Prabowo Kembali Tegaskan Janji Jemput Rizieq Jika Menang

Ahad 07 Apr 2019 12:26 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Indira Rezkisari

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) menyapa pendukung-pendukungnya usai melakukan kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Ahad (7/4).

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) menyapa pendukung-pendukungnya usai melakukan kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Ahad (7/4).

Foto: Antara/Aditya Pradana P
Prabowo ikut pengajak pendukungnya jemput Rizieq di bandara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali melontarkan janjinya menjemput imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Mekkah jika dirinya terpilih menjadi presiden. Bahkan ia juga mengajak pendukungnya untuk ikut menjemput Rizieq di bandara.

"Insya Allah saya menang saya akan jemput habib rizieq di Mekkah, dan kalian jemput di lapangan terbang, kalian berani?" tantang Prabowo dalam orasinya di dalam kampanye akbar di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Ahad (7/4).

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga meminta pendukungnya untuk mendengarkan orasi singkat Rizieq yang ditayangkan di layar Stadion Gelora Bung Karno. Dalam video, Rizieq mengungkapkan sepuluh alasan mengapa Prabowo-Sandiaga disambut oleh seluruh masyarakat di Indonesia.

"Satu, karena Prabowo-Sandi adalah capres cawapres hasil Ijtima Ulama, alhamdulilah. Kedua, karena Prabowo-Sandi setia kepada Pancasila dan UUD 1945 yang sejati untuk membela agama dan negara," kata Rizieq dalam orasinya yang ditayangkan di layar Stadion Gelora Bung Karno pada kampanye terbuka.

Ketiga, Rizieq mengatakan Prabowo-Sandi telah menandatangani pakta integritas di hadapan para habaib dan ulama yang hadir di Ijtima Ulama. Alasan keempat, Prabowo-Sandiaga dianggap mencintai dan menghormati para ulama serta menolak dan menentang kriminalisasi terhadap ulama.

"Kelima karena Prabowo Sandi tidak memusuhi agama Islam maupun agama lainnya. Keenam, karena Prabowo-Sandi berakal sehat sehingga tidak memaksa orang gila untuk memilih dan juga tidak pernah mengadu domba antaranak bangsa. Yang ketujuh karena Prabowo-Sandi tidak pernah bohongi rakyat apalagi menyakitinya," jelasnya.

Kedelapan, Rizieq melanjutkan, Prabowo-Sandiaga dinilai tidak melindungi PKI dan orang-orang yang berpaham liberal. Selain itu Prabowo-Sandiaga juga dianggap tidak melindungi aliran sesat dan maksiat. Kemudian yang kesembilan, Prabowo-Sandiaga dianggap sebagai pribadi yang jujur dan tidak curang di dalam pemilu dan tidak melakukan intimidasi terhadap siapapun dalam memilih, serta tidak melakukan black campaign terhadap lawan politiknya.

"Dan kesepuluh karena Prabowo Sandiaga membawa perubahan Indonesia yang lebih baik. Alhamdulilah, alhamdulilah, alhamdulilah," tuturnya.

Sebelumnya calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, berjanji setelah dirinya memenangkan pilpres 2019, dirinya akan menjemput  imam besar Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Indonesia. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berkunjung dan bersilahturahim dengan pimpinan Ponpes Mamba’ul Ulum Raden Kiyai Haji Mohammad Tohir Zain beserta para ulama, santri, dan masyarakat Pamekasan di Ponpes Mamba’ul Ulum, Bata-bata, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (27/2) lalu.

"Dalam ijtimak yang kedua, saya sudah mengatakan begitu. Saya menang, saya akan mengembalikan Habib Rizieq Shihab kembali. Saya akan kirim pesawat saya sendiri untuk menjemput beliau. Beliau difitnah dan dizalimi," ungkap Prabowo dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Rabu (27/2).


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA