Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

10 Hari Jelang Pencoblosan, Kiai Maruf: Harus Full Speed

Senin 08 Apr 2019 00:01 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Andi Nur Aminah

Capres dan Cawapres Nomor Urut 01, Joko Widodo (kanan) dan Maruf Amin (kiri) menyapa masyarakat saat kampanye Karnaval Indonesia Satu di Tangerang, Banten, Ahad (7/4/2019).

Capres dan Cawapres Nomor Urut 01, Joko Widodo (kanan) dan Maruf Amin (kiri) menyapa masyarakat saat kampanye Karnaval Indonesia Satu di Tangerang, Banten, Ahad (7/4/2019).

Foto: Antara/Ismar Patrizki
Harus digas itu dituntaskan, dimaksimalkan karena ini tinggal beberapa hari.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Sepuluh hari menjelang masa pencoblosan, alon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin menyerukan kepada para pendukungnya bekerja dengan maksimal untuk memenangkan pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf. "Sisa itu kan harus dibuat tinggi, gaspol itu kan full speed. Artinya harus digas itu dituntaskan, dimaksimalkan. Karena ini tinggal beberapa hari," ujar Kiai Ma'ruf usai menghadiri acara Karnaval Indonesia Satu di Kota Tangerang, Banten, Ahad (7/4).

Kiai Ma'ruf mengatakan, para pendukungnya sangat semangat untuk memenangkan dirinya dan Jokowi. Karena itu, dia juga menyemangati para pendukungnya di acara karnaval itu. "Massanya saja semangat, masa sayanya enggak semangat. Massanya semangat dan luar biasa, semangatnya tinggi sekali itu," kata Kiai Ma'ruf.

Dalam acara Karnaval Indonesia Satu tersebut, Jokowi juga mengatakan hal senada. Jokowi meminta para pendukungnya bekerja secara optimal menjelang pencoblosan yang akan dilakukan 17 April mendatang. "Kita ini waktunya tinggal berapa hari,  Tinggal 10 hari. Jangan kasih kendor. Jangan kasih kendor. Harus terus gaspol, setuju?," kata Jokowi yang kemudian disambut tepuk tangan puluhan ribu pendukungnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, dalam merayakan pesta demokrasi ini harus diisi dengan kegembiraan. Ia tak ingin, pesta demokrasi justru menciptakan berbagai ketakutan di masyarakat. "Jangan sampai dengan adanya pesta demokrasi diciptakan ketakutan-ketakutan. Jangan sampai dalam pesta demokrasi justru marah-marah," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA