Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

TGB: Cari Kertas Suara yang Ada Ulamanya

Selasa 09 Apr 2019 04:10 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nidia Zuraya

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 K H Ma'ruf Amin (kanan) bersama Wakil Ketua Bapilu Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar TGB Zainul Majdi (kiri) saat menghadiri kampanye terbuka di Lapangan Nasional Selong, Lombok Timur, NTB, Selasa (2/4/2019).

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 K H Ma'ruf Amin (kanan) bersama Wakil Ketua Bapilu Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar TGB Zainul Majdi (kiri) saat menghadiri kampanye terbuka di Lapangan Nasional Selong, Lombok Timur, NTB, Selasa (2/4/2019).

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
TGB menyerukan pendukungan Jokowi-Maruf untuk berjihad melawan hoaks

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengajak kepada masyarakat agar mencblos kertas suara yang ada ulamanya, yaitu Pasangan Calon nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Hal ini disampaikan TGB saat bertausiyah dalam acara Majelis Taklim Bershalawat di Istona Senayan, Jakarta, Selasa (8/4).

"Saya ajak nanti pada tanggal 17 Appril cari di kertas suara yang di situ ada ulama. Siapa calon yang ada ulamanya?," tanya TGB, yang kemudian dijawab 'Jokowi' oleh puluhan ribu jamaah majelis taklim se-Jabodetabek yang hadir.

Dalam acara tersebut, TGB juga menyerukan kepada pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf untuk jihad melawan hoaks. Pasalnya, menurut dia, lawan utama Jokowi saat ini adalah hoaks atau fitnah.

"Sering kita dengar ungkapan, Pak Jokowi lawannya adalah fitnah. Benar nggak Bapak Ibu?," ucap TGB lagi yang kemudian dijawab 'benar' oleh para hadirin

Politisi Golkar ini menuturkan, awalnya Jokowi kerap diserang secara probadi oleh para penyebar fitnah dan hoaks, seperti dikatakan anti-Islam dan PKI. Namun, hal tersebut terbantahkan karena terbukti kedua orang tua Jokoeo adalah muslim. Demikian pula istri dan ketiga anaknya juga penganut agama Islam.

Setelah difitnah pribadinya, lanjut TGB, kini Jokowi difitnah dengan berbagai isu tentang pemerintahannya kedepan. Miaalnya dituding bahwa jika pasangan Joko Widodo-Ma'ruf menang maka masyarakat akan dilarang memakai kerudung.

TGB menegaskan bahqa fitnah terhadap Jokowi tersebut tidak berdasar. Menurut dia, di era pemerintahan Jokowi justru polwan pun diperbolehkan mengenakan kerudung.

"Artinya apa? Pada masa Pak Jokowi memimpin alhamdulillah syiar-syiar Islam, syiar keumatan terus menyebar merata di seluruh penjuru Indonesia. Jadi ada satu ungkapan diserang pribadi tidak berhasil, diserang kebijakan juga tidak mempan," kata TGB.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA