Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

PDIP Yakin Jokowi Bisa Kuasai Suara di Sumatra

Selasa 09 Apr 2019 13:07 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Teguh Firmansyah

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat mengunjungi Taman Buah Naga di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/4) .

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat mengunjungi Taman Buah Naga di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/4) .

Foto: republika/Dian Fath Risalah
PDIP menilai karakter Prabowo mudah tersulut emosi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAUMERE -- Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meyakini pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'aruf Amin bisa merebut perolehan suara di Sumatra. Meski, ia mengakui Sumatra merupakan lumbung suara oposisi pada Pemilu 2014 lalu.

"Kami yakni Sumatra bisa kuasai," tegas Hasto saat berkunjung di Taman Buah Naga Kabupaten Sikka, Selasa (9/4).

Menurut Hasto, banyak peristiwa menunjukkan karakter calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang tempramental. Hal itu menciptakan rasa tidak aman dan pesimisme terhadap rakyat. Padahal, lanjut Hasto, rakyat memerlukan energi positif untuk membangun bangsa.  "Bukan energi negatif dengan cara gebrak-gebrak meja," ucap Hasto.

Dalam berbagai kampanye yang ditampilkan Prabowo, lanjut Hasto, PDI Perjuangan mengamati adanya persoalan serius terkait kepemimpinan capres 02 yang mudah emosi.  Prabowo mengeluarkan kata-kata kasar, dan ketidakpantasan etis di hadapan publik.  Kata-kata kasar yang keluar dari ketua umum Partai Gerindra itu, menurutnya, semakin meruntuhkan kredibilitas dan martabat seorang pemimpin.

"Sikap egonya dan tampilannya elite sekitarnya yang biasa dengan hoaks dan fitnah, justru semakin memerburuk keseluruhan tampilan politik yang seharusnya positif dan penuh hal-hal baik," ucap Hasto.

Hasto menegaskan, politik adalah proses berpenghidupan kebangsaan yang seharusnya mengontestasikan hal-hal baik, dan membawa kemajuan peradaban serta kebaikan bagi bangsa dan negara.  "Pilpres akhirnya menampilkan kontradiksi karakter dasar pemimpin," tegasnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA