Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

TKN: Debat Terakhir Jadi Arena Adu Narasi Calon Pemimpin

Selasa 09 Apr 2019 13:54 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin.

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin.

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
TKN optimistis debat bakal menjadi sarana bagi Jokowi menebar narasi inspiratif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Meutya Hafid mengatakan debat terakhir calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) akan menjadi arena bagi kedua kontestan untuk beradu narasi sebagai pemimpin. Ia pun optimistis debat tersebut bakal menjadi sarana bagi capres pejawat Joko Widodo (Jokowi) untuk menebar narasi-narasi optimis dan inspiratif.

Baca Juga

Meutya berpendapat, tema debat terakhir akan memberikan keuntungan bagi capres pejawat. Tema debat kelima yaitu ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, dan investasi. 

Menurut Meutya, tema tersebut dapat dijawab Jokowi melalui kinerja yang telah dilakukan. Kondisi berbeda, dia melanjutkan, akan dihadapi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang masih dalam tataran janji dalam ruang imajiner.

"Pak Jokowi sudah membuktikan. Kita bisa melihat secara seksama bagaimana infrastruktur penunjang ekonomi kerakyaatan dibangun serta sejumlah program telah diluncurkan terkait kesejahteraan masyarakat, seperti dana kesehatan, sekolah dan dana desa," kata Meutya Hafid dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (9/4).

Dia mengatakan, segala pembuktian soal kinerja di sektor kesejahteraan dan ekonomi ini juga ditunjang rencana jangka panjang. Dia mengatakan, rencana itu adalah mempersiapkan pembangunan manusia melalui tiga program utama, yakni Kartu KIP Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra-Kerja. 

Politikus Golkar itu mengatakan, ketiga program itu adalah bentuk kesinambungan dari program yang telah berjalan di periode pertama. Dia melanjutkan, ketiga program itu juga merupakan program yang bisa diukur dan segera dirasakan manfaatnya selepas Jokowi dilantik sebagai presiden di periode kedua nanti.

"Tiga program itulah yang selama ini disosialissasikan Jokowi sepanjang kampanye terbuka dan dalam debat nanti pula kita dapat melihat bagaimana program paslon 01 jelas manfaatnya, realistis pelaksanaannya dan terukur hasilnya," kata Meutya.

Meutya mengatakan, Jokowi akan terus menebar optimisme pada debat terakhir di saat calon lain terus berbicara tentang pesimisme. Dia meneruskan, bekal semangat dan optimisme seorang pemimpin akan menjadi contoh bagi rakyatnya. 

Dia mengatakan, Jokowi merupakan pemimpin yang memberi contoh bagaimana kerja keras dengan optimisme dan semangat bisa mengantarkan keberhasilan. Sebaliknya, dia menambahkan, pemimpin yang menebar pesimisme dan narasi negatif justru mencerminkan contoh yang tidak baik bagi rakyat. 

"Tak ada negara maju yang dibangun dengan narasi pemis. Maka itu, kita  pilih pemimpin yang gemar menebar optimisme untuk membawa Indonesia sebagai negara maju," tutupnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA